Bulutangkis Sebagai Olahraga Sarat Prestasi Bagi Indonesia

Indonesia bisa dikatakan tidak banyak memiliki atlet-atlet olahraga yang menorehkan nama di kancah dunia untuk berbagai bidang olahraga. Namun pada satu bidang olahraga bulutangkis, nama Indonesia bersinar cemerlang bahkan pernah menjadi negara dengan jumlah atlet badminton terbanyak yang memiliki gelar internasional. Olahraga dengan menggunakan shuttlecock ini sudah digemari oleh anak dalam negeri dari tahun 50an. Berbagai nama besar seperti Liem Swie King pernah mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan kelas dunia.

Tidak hanya Liem, namun banyak sekali nama yang kemudian menyusul Liem untuk menjadi seorang atlet badminton yang dikenal bukan hanya di Indonesia namun juga ke luar negeri mengalahkan banyak pemain lain yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dan kekar. Badminton menjadi olahraga kebanggaan yang menyumbangkan emas Olympiade pada setiap pagelarannya. Sebut saja nama pasangan pebulutangkis kita Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma yang menyumbangkan emas Olypiade di tahun yang sama. Kemudia ada Taufik Hidayat serta pasangan ganda campuran Tantowi Ahmad dan Lilyana Natsir yang hingga saat ini masih bermain di lapangan.

Bicara mengenai jaman keemasan bulutangkiskini sepertinya hal tersebut sudah berlalu dengan terlalu cepat. Indonesia bahkan pernah pulang tanpa gelar di kejuaraan regional. Bahkan permainan piala Sudirman di negeri sendiripun pernah juga kecolongan oleh para pemain China yang sekarang ini menjadi gudangnya atlit untuk semua cabang olahraga. Negara yang dahulu tak populer untuk ajang badminton seperti India, Thailand dan negara Eropa kini justru mulai unjuk gigi dengan menorehkan nama-nama pemainnya di jajaran pemaian kelas tinggi dunia.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Olahraga Bulutangkis Bagi Wanita

Apa yang terjadi dengan dunia badminton negara kita? Ataukah sudah tak ada atlet yang memiliki kemampuan seperti pendahulunya? PBSI sebagai wadah atlet sudah saatnya berbenah dari managemen dan pelatihan untuk para atlet serta masalah reward yang dinilai terlalu kecil bukan hanya untuk atlet badminton tapi semua atlit di Indonesia. Bukan hanya PBSI yang perlu berbenah namun juga sektor mandiri dan swasta yang saat ini mendirikan pendidikan dan pelatihan calon atlet muda badminton. Regenerasi sangat diperlukan dengan cepat untuk membentuk atlet-atlet bertaraf internasional seperti dulu kala.

Kesempatan Indonesia untuk merebut kembali singgasana sebagai negara terbaik dalam olahraga bulutangkis masih terbuka lebar. Kita masih memiliki jajaran pemain yang hebat dan juga sudah memberikan kontribusi maksimal pada negara. Namun perlu diingat juga untuk memberikan reward yang setimpal atas kerja keras para atlet yang bisa dikatakan mengorbankan kehidupan normalnya untuk bisa mengharumkan nama bangsa. Seringkali kita lihat atlet yang telah menorehkan prestasi internasional di masa tuanya kurang dihargai atau dikenal tak seperti pada negara-negara lain yang memberikan penghargaan baik nominal maupun sosial kepada para atlet mereka.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply