Inilah 6 Gerakan dalam HIIT Cardio yang Ditujukan Bagi Pemula

Inilah 6 Gerakan dalam HIIT Cardio yang Ditujukan Bagi Pemula

HIIT adalah singkatan dari High Intensity Interval Training. HIIT ini merupakan salah satu olahraga yang saat ini tengah ngetren. Olahraga ini cukup berbeda dari olahraga yang biasa, dimana sesuai dengan singkatan tersebut HIIT Cardio dilakukan dengan intensitas yang tinggi dan dilakukan dalam durasi yang cukup singkat, yakni sekitar 5 menit hingga 20 menit saja. Pun demikian, olahraga ini dinilai bisa memberikan efek yang cukup luar biasa bagi tubuh. Anda ingin mencobanya? Jika iya, coba praktekkan 6 gerakan HIIT untuk pemula yang ada di bawah ini.

Inilah 6 Gerakan dalam HIIT Cardio yang Ditujukan Bagi Pemula

Pemanasan

Sebelum Anda mulai berolahraga apapun, termasuk HIIT Cardio, sangat disarankan agar Anda melakukan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini penting untuk menyiapkan otot, agar tidak kaku. Pemanasan juga sangat membantu dalam menghindarkan Anda dari yang namanya cedera otot saat olahraga. Cara melakukannya cukup mudah, Anda bisa melakukan jogging atau jalan di tempat kira-kira selama 3 menit lalu berikan jeda sekitar 2 menit saja untuk tubuh beristirahat sebelum mulai masuk ke gerakan intinya. Namun, harap diingat saat beristirahat ini upayakan agar tubuh tetap bergerak ya.

Gerakan Inti HIIT bagi Para Pemula

Setelah pemanasan dan istirahat telah selesai Anda lakukan, kini saatnya Anda untuk melakukan gerakan intinya yang terdiri atas jumping jack, plank, squat thrust, plank, squat jump, ladder exercise dan sit up. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Jumping jack dimulai dari posisi berdiri dengan tangan lurus di samping tubuh. Selanjutnya lakukan lompatan sambil membuka kaki dan tangan juga diangkat ke atas dan bertepuk di atas kepala. Lakukan selama 1 menit
  • Untuk plank sama seperti plank yang biasanya. Anda bisa memulainya dengan posisi push up terlebih dahulu. Setelah itu, tekuk lengan Anda hingga membentuk sudut 90 derajat dengan siku. Tempelkan lengan bagian bawah tersebut ke lantai untuk dijadikan tumpuan lalu tahan posisi ini kira-kira selama 30 menit
  • Squat thrust bisa Anda lakukan dengan cara berdiri tegak terlebih dahulu, kemudian jongkok, lalu lakukan gerakan push up, jongkok lagi, lalu berdiri lagi. Ulangi gerakan-gerakan ini selama 1 menit
  • Jika sudah, silahkan Anda lakukan plank lagi kira-kira selama 30 menit dengan cara yang telah dijelaskan sebelumnya
  • Squat jump dilakukan dengan posisi berdiri tegak terlebih dahulu. Setelah itu lompatlah untuk berganti posisi menjadi agak jongkok, kemudian lompat kembali untuk berdiri lagi. Squat jump ini perlu dilakukan selama 30 detik
  • Ladder exercise bisa dilakukan dengan cara naik turun tangga selama 1 menit
  • Untuk sit up bisa dimulai dengan posisi terlentang lebih dulu, lalu tekuk tangan dan posisikan di bawah kepala. Tekuk pula lutut Anda dan mulailah mengangkat kepala. Lakukan ini selama 1 menit

Pendinginan

Untuk pendinginan, ini bisa Anda lakukan dengan cara berjalan santai selama 3 menit saja.

Mengintip Manfaat Olahraga Teratur untuk Otak dan Tubuh

Mengintip Manfaat Olahraga Teratur untuk Otak dan Tubuh

Kita semua pernah mendengarnya berkali-kali sebelumnya bahwa olahraga teratur sangat baik untuk tubuh dan otak Anda, dan itu dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Tetapi jika Anda sibuk, Anda memiliki pekerjaan yang tidak aktif, dan belum mengubah kebiasaan olahraga Anda. Kabar baiknya adalah tidak ada kata terlambat untuk memulai. Anda dapat mulai perlahan-lahan, dan menemukan cara untuk menyesuaikan lebih banyak aktivitas fisik ke dalam hidup Anda.

Mengintip Manfaat Olahraga Teratur untuk Otak dan Tubuh

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Anda harus mencoba untuk mendapatkan jumlah latihan yang direkomendasikan untuk usia Anda. Jika Anda bisa melakukannya, hasilnya adalah Anda akan merasa lebih baik, membantu mencegah atau mengendalikan banyak penyakit, dan bahkan mungkin hidup lebih lama.Olahraga secara teratur dan aktivitas fisik dapat dilakukan untuk membantu Anda mengendalikan berat badan Anda.

Berikut ini manfaat melakukan olahraga teratur, yaitu:

  • Kurangi risiko penyakit jantung.

Latihan menguatkan hati Anda dan meningkatkan sirkulasi Anda. Meningkatnya aliran darah meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh Anda. Ini membantu menurunkan risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi, penyakit arteri koroner, dan serangan jantung.

  • Bantu tubuh Anda mengelola gula darah dan kadar insulin.

Olahraga dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu kerja insulin Anda lebih baik. Ini dapat mengurangi risiko Anda untuk sindrom metabolik dan diabetes tipe 2. Dan jika Anda sudah memiliki salah satu penyakit tersebut, olahraga dapat membantu Anda untuk mengelolanya.

  • Bantu Anda berhenti merokok.

Olahraga dapat mempermudah berhenti merokok dengan mengurangi gejala mengidam dan mengundurkan diri. Ini juga dapat membantu membatasi berat badan yang mungkin Anda peroleh ketika Anda berhenti merokok.

  • Tingkatkan kesehatan mental dan suasana hati Anda.

Selama berolahraga, tubuh Anda melepaskan bahan kimia yang dapat meningkatkan mood Anda dan membuat Anda merasa lebih rileks. Ini dapat membantu Anda mengatasi stres dan mengurangi risiko depresi.

  • Bantu terus kemampuan.

Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu Anda untuk terus berpikir, belajar, dan penilaian Anda tajam seiring dengan bertambahnya usia Anda. Latihan merangsang tubuh Anda untuk melepaskan protein dan bahan kimia lain yang memperbaiki struktur dan fungsi otak Anda.

  • Perkuat tulang dan otot Anda.

Olahraga secara teratur dapat membantu anak-anak dan remaja membangun tulang yang kuat. Di kemudian hari, itu juga dapat memperlambat hilangnya kepadatan tulang yang datang seiring bertambahnya usia. Melakukan aktivitas penguatan otot dapat membantu Anda meningkatkan atau mempertahankan massa dan kekuatan otot Anda.

Dengan melakukan olahraga teratur juga dapat meningkatkan peluang Anda untuk hidup lebih lama. Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kematian dini dari penyebab utama kematian, seperti penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Oleh sebab itulah penting bagi Anda untuk menjadikan aktivitas sehari-hari lebih aktif. Bahkan perubahan kecil pun bisa membantu.

 

Ingin Membentuk Tubuh dengan Olahraga Angkat Beban? Ikuti Teknik Berikut ini

Ingin Membentuk Tubuh dengan Olahraga Angkat Beban? Ikuti Teknik Berikut ini

Apakah Anda sering pergi ke pusat kebugaran dengan tujuan untuk membentuk tubuh namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan? Jika iya, satu hal yang harus Anda tahu terlebih dahulu adalah jangan melakukannya secara asal-asalan karena untuk membentuk tubuh dengan melakukan olahraga dan latihan angkat beban ada cara khususnya serta butuh perencanaan yang lumayan matang. Prinsipnya adalah olahraga angkat beban yang berat itu bisa membentuk otot, sementara untuk angkat beban yang ringan bisa menghilangkan lemak yang ada pada tubuh. Nah, jika Anda melakukan kedua olahraga ini, Anda hanya membutuhkan waktu latihan yang singkat, yakni hanya selama 30 menit saja.

Ingin Membentuk Tubuh dengan Olahraga Angkat Beban? Ikuti Teknik Berikut ini

Latihan Angkat Beban untuk Membentuk Tubuh

Kombinasi beberapa prinsip dasar dalam olahraga angkat beban diperlukan saat merencanakan latihan angkat beban, baik itu beban yang berat maupun yang ringan. Tujuannya ialah agar Anda bisa melakukan latihan angkat beban berat sebanyak 4 set dengan pengulangan yang rendah, yakni sekitar 6 kali. Kemudian, untuk latihan yang lainnya dilakukan dengan cara menargetkan titik otot yang sama, tetapi jumlah set tersebut ditambah 4 lagi namun dengan pengulangan yang tinggi, yakni hingga 12 kali dengan beban yang lebih ringan. Berdasarkan keterangan dari Brian Pankau, salah seorang personal trainer yang sudah tersertifikasi, disebutkan bahwasanya kita memerlukan waktu antara 2 menit hingga 3 menit untuk istirahat saat latihan angkat beban dengan pengurangan tinggi serta 45 detik hingga 60 detik saat latihan angkat beban dengan pengulangan rendah.

Perencanaan olahraga angkat beban seperti ini terbukti bisa bekerja dengan baik. Mengapa demikian? Karena pada saat Anda mengangkat beban yang berat, otot Anda tersebut akan kelelahan dan secara otomatis bisa bertumbuh. Baik itu beban yang berat maupun beban yang ringan, sejatinya olahraga ini melatih otot yang sama, akan tetapi beban yang lebih ringan bisa membuat tubuh menjadi lelah dan kalori yang terbakar juga lebih banyak sehingga bisa membuat komposisi tubuh menjadi lebih baik. Anda hanya perlu melakukan dua latihan saja untuk tiap bagian tubuh. Pun demikian, otot Anda tetap bisa tumbuh dan lemak juga bisa berkurang.

Kombinasikan Latihan Angkat Beban Tersebut dengan Pemenuhan Nutrisi yang Tepat

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Micah Lacerte yang juga merupakan seorang personal trainer tersertifikasi, nutrisi juga ikut ambil bagian dalam menentukan hasil latihan ini. Disebutkan juga bahwasanya latihan ini juga tepat bagi orang yang sedang menjalani diet tertentu. Sangat disarankan agar Anda makan dalam porsi yang kecil sebanyak 6 kali dalam sehari. Namun, upayakan agar kandungan protein di dalamnya cukup besar. Pastikan juga agar Anda mengkonsumsi protein baik itu sebelum ataupun setelah melakukan olahraga.

 

Inilah Durasi Olahraga yang Pas untuk Tubuh

Inilah Durasi Olahraga yang Pas untuk Tubuh

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah dengan berolahraga. Sudah banyak orang yang membuktikan bahwasanya olahraga setiap hari bisa membuat tubuh mereka lebih bugar dan menghindarkannya dari berbagai penyakit. Namun pertanyaannya adalah kira-kira berapa durasi olahraga yang ideal itu? Nah, untuk mendapatkan jawabannya, mari simak ulasan singkat yang ada di bawah ini.

Inilah Durasi Olahraga yang Pas untuk Tubuh

Lama Olahraga yang Direkomendasikan untuk Setiap Orang

Untuk negara Indonesia sendiri, setiap orang disarankan untuk melakukan olahraga kira-kira selama 150 menit dalam satu minggu. Jika angka tersebut dijabarkan menjadi per hari, maka durasi olahraga yang disarankan untuk dilakukan sekitar 30 menit setiap hari. Kalaupun olahraga ini tidak bisa Anda lakukan setiap hari, minimal Anda harus melakukannya 3 hari atau 5 hari dalam seminggu. Durasi selama 150 menit tersebut juga disarankan oleh Department of Health and Human Services US. Akan tetapi ini berlaku untuk olahraga yang intensitasnya sedang seperti berenang atau jalan cepat. Nah, kalau untuk olahraga yang intensitasnya tinggi seperti berlari, durasi yang disarankan adalah 75 menit dalam satu minggunya. Masalah pembagian waktu ini bisa Anda atur sendiri.

Perhatikan Kondisi Berat Badan

Durasi olahraga yang perlu Anda lakukan juga perlu mempertimbangkan kondisi berat badan. Jika berat badan Anda termasuk normal atau ideal, Anda hanya perlu melakukan olahraga tersebut selama 30 menit saja setiap harinya. Namun, jika tujuan Anda melakukan olahraga adalah untuk mengontrol berat badan, sangat disarankan agar Anda melakukan olahraga tersebut selama 60 menit setiap harinya. Nah, jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka Anda harus menambahkan waktu olahraga tersebut menjadi 90 menit setiap harinya dan sebaiknya Anda tidak melakukan olahraga lebih lama dari waktu-waktu yang telah disebutkan tersebut ya, karena bagaimanapun juga jika olahraga dilakukan secara berlebihan itu tetap tidak baik bagi tubuh.

Akibat Melakukan Olahraga yang Terlalu Lama

Banyak referensi yang menyebutkan bahwa olahraga itu baik untuk tubuh. Olahraga bisa menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis di usia yang masih belum terlalu tua. Olahraga juga bisa dijadikan objek untuk menjaga berat badan karena olahraga mampu menyeimbangkan antara energi yang masuk ke dalam tubuh dan energi yang keluar dari tubuh. Berbagai manfaat olahraga tersebut tentunya akan Anda rasakan apabila Anda melakukannya dengan benar dan dengan durasi yang tidak berlebihan. Apabila Anda melakukannya dalam waktu yang cukup lama atau melebihi yang disarankan, besar kemungkinan tubuh Anda akan menjadi stress sehingga bisa mengakibatkan yang namanya overtraining. Overtraining ini bisa menyebabkan Anda mengalami penurunan kepadatan tulang, merubah fungsi hormon dan kekebalan tubuh, menurunkan nafsu makan, kualitas tidur menurun, mudah marah, kehilangan motivasi, cedera sendi dan otot serta bisa membuat Anda mengalami kelelahan yang berkepanjangan. Karena itulah, walaupun Anda sangat suka berolahraga, harap perhatikan masalah waktu ini ya.

Ini Dia 4 Durasi Olahraga Terlama yang Pernah Ada

Ini Dia 4 Durasi Olahraga Terlama yang Pernah Ada

Untuk melakukan suatu olahraga terdapat durasi atau waktu untuk melakukannya berapa lama. Namun ada beberapa olahraga yang tidak memiliki waktu yang sudah ditentukan sehingga permainan bisa berlangsung dengan sangat lama. Berikut ini merupakan durasi olahraga yang terlama yang pernah ada. Pertama adalah di tennis. Tennis lapangan tidak memiliki waktu tetap berapa lama. Asalkan salah satu pemain berhasil mencapai point yang ditentukan berarti dia menang dan permainan berakhir.

 Ini Dia 4 Durasi Olahraga Terlama yang Pernah Ada

Namun, di pertandingan tenis lapangan, terdapat pertandingan dimana permainan tersebut dimainkan dengan total set 8 jam 11 menit. Pertandingan antara John Isner (AS) dan Nicolas Mahut (Perancis) ini terjadi di Wimbledon 2018, Inggris. Di permainan tanggal 22 Juni 2010 tersebut dimulai pukul 18.13 dan kemudian harus dihentikan pukul 21.07 karena hari semakin gelap dan masing-masing pemain mendapatkan 2 set. Permainan dilanjutkan di hari selanjutnya jam 14.05 hingga 21.10 dan skor akhir sama 59-59. Permainan lalu berlanjut kembali di hari selanjutnya di pukul 15.43 hingga 16.48 dengan kemenangan 70-68 untuk John Isner.

Kedua adalah permainan bulutangkis antara Ganda putri Indonesia dan ganda putri Jepang. Durasi olahraga ini mencapai 2 jam 41 menit dan lebih lama 6 menit dari rekor pertandingan ganda putra Inggris (Chris Adcock-Robert Blair) vs Denmark (Lars-Paaske-Jonas Rasmussen) yaitu 2 jam 35 menit. Greysia-Nitya harus mengakui kemenangan N. Fukuman-K. Yonao di pertandingan Badminton Asia Championshop 2016 dengan skor akhir 21-13, 19-21 dan 22-24 yang disebabkan karena Nitya mengalami kram kaki. 

Ketiga adalah tinju antara Andy Bowen vs Jack Burke. Pertandingan ini berlangsung hingga 7 jam 19 menit. Umumnya tinju hanya sampai 12 ronde namun di pertandingan ini, mencapai 110 ronde. Pertandingan yang diselenggarakan di New Orleans ini dipimpin oleh Jack Duffy. Uniknya, bukan karena ada pemain yang KO setelah bertanding hingga 7 jam, namun karena sang wasit menghentikan pertandingan tersebut dan pertandingan dinyatakan seri. Bahkan para penonton yang menyaksikan pertandingan di kamis malam hingga jumat pagi juga banyak yang pergi karena lamanya pertandingan.

 

Keempat adalah sepak bola. Waktu umum di pertandingan sepak bola adalah 90 menit untuk 2 babak. Namun, saat Leed Bagels vs Briston Academi, pertandingan berubah menjadi 36 jam. Pertandingan yang terselenggaranya untuk penggalangan dana bantuan bagi penderita meningitis ini, dimainkan oleh tim dimana 1 timnya terdiri dari 18 orang. Dengan menggunakan log book dan memutar kembali video pertandingan, akhirnya bisa ditentukan siapa pemenang dari pertandingan yang berlangsung lebih dari 24 jam dan berakhir dengan skor 285-255. Dari pertandingan tersebut, tidak hanya mencatat dana yang cukup banyak namun juga pertandingan sepak bola dengan durasi olahraga terlama sepanjang sejarah.

 

Cedera Otot: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cedera Otot: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cedera otot biasa juga disebut dengan kram atau otot tertarik. Ini adalah suatu kondisi yang biasanya lumrah terjadi saat kita melakukan aktivitas yang cukup berat yang tidak bisa diterima oleh otot. Cedera ini tentu saja akan mengakibatkan penderita merasa nyeri luar biasa yang bisa membuatnya merasa tersiksa selama beberapa hari. Cedera ini juga bisa menyerang otot yang mana saja, namun yang umum terkena serangan tersebut adalah otot di belakang paha atau hamstring, leher, bahu serta punggung bawah.

Cedera Otot: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab

Meskipun cedera otot bisa diakibatkan oleh tindakan memaksakan diri untuk melakukan aktifitas yang berat, namun cedera ini juga diakibatkan oleh hal lain yang terdiri atas:

  • Mengangkat benda yang berat dalam posisi yang kurang tepat
  • Berlari dan melompat
  • Kehilangan pijakan dan tergelincir
  • Badan terlalu letih dan lelah
  • Belum melakukan pemanasan sebelum menjalankan aktifitas fisik atau olahraga
  • Otot kurang lentur

Cara Mengatasi

Sebenarnya ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi cedera otot, akan tetapi cara yang paling minim risiko ialah cara yang alami. Nah, berikut ini ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi yang juga disebut dengan kram ini, antara lain:

 

  • Istirahatkan otot yang terasa nyeri atau bahkan seluruh tubuh sekalian dan upayakan untuk tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang berat terlebih dahulu. Bahkan kalau mungkin, hindari berbagai aktifitas yang memerlukan kerja otot cukup banyak
  • Kompres bagian tubuh yang terasa sakit dengan menggunakan es batu. Catatannya adalah saat mengompres Anda jangan langsung menempelkan es tersebut pada kulit akan tetapi bungkuslah terlebih dahulu dengan kain atau handuk lalu tempatkan pada bagian yang sakit kira-kira selama 15 menit. Pengompresan ini bisa Anda lakukan setiap jam saat hari pertama cedera, kemudian untuk hari-hari selanjutnya bisa dilakukan setiap 4 jam
  • Berikan pijatan ringan pada otot yang terasa sakit
  • Lakukan yoga untuk melenturkan bagian otot yang bermasalah. Mengistirahatkan otot seperti yang disebutkan pertama kali itu tidak berarti bahwa penderita harus tidur terus atau tidak melakukan aktifitas apapun karena ini bisa membuat otot menjadi lemah dan memperpanjang masa penyembuhan. Nah, salah satu gerakan ringan yang bisa coba Anda lakukan saat mengistirahatkan otot adalah gerakan-gerakan yoga
  • Tetap lakukan olahraga ringan supaya otot tidak terlalu tegang, contohnya adalah stretching. Nah, kalau yang bersangkutan terbiasa melakukan olahraga berat, sebaiknya jangan terburu-buru untuk melakukannya lagi karena perbuatan ini hanya akan membuat otot cedera lebih parah dan berakibat pada bertambahnya masa penyembuhan
  • Jika memang cedera otot masih belum sembuh hingga beberapa hari atau bahkan lebih dari 1 minggu, silahkan periksakan diri ke dokter supaya bisa mendapatkan langkah penanganan yang lebih tepat

 

 

3 Jenis Cidera Otot yang Sering Dialami Saat Olahraga

3 Jenis Cidera Otot yang Sering Dialami Saat Olahraga

Cidera biasanya terjadi pada atlet terutama yang memiliki latihan dan pertandingan yang cukup keras. Cidera otot termasuk sebagai salah satu cidera yang paling banyak dialami terutama oleh pemula. Untuk cidera ringan, yang biasanya dialami adalah kram karena otot menegang. Cidera ini biasanya terjadi jika Anda tidak pemanasan terlebih dahulu atau Anda terlalu memaksakan gerakan misalnya berlari cukup kencang padahal Anda kurang siap atau karena tenaga habis dan otot sudah mulai tegang.

3 Jenis Cidera Otot yang Sering Dialami Saat Olahraga 

Berikut ini merupakan beberapa jenis cidera yang terjadi pada otot yang kerap terjadi saat Anda berolahraga. Pertama adalah terkilir atau keseleo. Cidera ini menimpa otot ligamen dan biasanya terjadi di bagian pergelangan kaki. Pada dasarnya, terkilir atau keseleo ini terbagi menjadi 3 berdasarkan pada tingkat dari kerusakan ligamen, yaitu:

  • Keseleo tingkat 1 dimana lutut tetap stabil walaupun tidak ada kerobekan yang ada di ligamen namun menimbulkan rasa sakit di ligamen.
  • Tingkat 2, lutut tidak stabil karena terkena dampak ringan yang disebabkan karena sebagian serat ligamen yang robek.
  • Tingkat 3, lutut memperoleh dampak yang cukup berat yang disebabkan karena serat ligamen robek parah.

Kedua adalah tegang otot lutut. Cidera otot ini terjadi karena adanya ketegangan di bagian lutut yang disebabkan karena otot di sekitar lutut atau tendon yang terentang sebab terlalu dalam menekuk atau karena terlalu melebar saat melakukan peregangan. Jika cidera mengakibatkan sakit yang luar biasa, maka akan sangat mengganggu fungsi dari lutut Anda. 

Ketiga adalah cidera hamstring. Jenis cidera ini paling banyak dialami oleh para atlet sepak bola. Cidera pada otot hamstring ini bisa terjadi jika di paha belakang tertarik melebihi kemampuannya. Biasanya, penderita akan merasakan hal berikut ini sebelum akhirnya harus dilakukan pemeriksaan tidak hanya fisik namun juga dengan sinar X untuk tahu apakah benar menderita cidera di bagian hamstring atau tidak sehingga bisa dilakukan perawatan lebih lanjut: 

  • Adanya rasa nyeri yang hebat dan ada sensasi robek atau terputus yang terjadi di paha bagian belakang.
  • Terjadi pembengkakan.
  • Adanya memar di bagian yang cidera.
  • Otot yang melemah dan tidak bisa digunakan untuk menahan beban sehingga nyeri saat berjalan.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita cidera otot hamstring atau tidak, maka perlu pemeriksaan tidak hanya fisik namun juga melewati pencitraan sinar X. Saat pemeriksaan, bagian paha akan diperiksa apakah mengalami pembengkakan dan terjadi nyeri di bagian paha belakang atau tidak. Lokasi cidera serta intensitas nyeri akan membantu untuk menyimpulkan penyebab cidera dan jenis cidera. Setelah itu akan dilakukan uji pencitraan dengan sinar X karena biasanya akan ada tulang yang ikut patah dan tertarik bersama dengan otot hamstring dan uji ultrasound serta MRI juga dipergunakan untuk memeriksa robekan yang terjadi pada otot.

Inilah 6 Alasan Mengapa Panjat Tebing Itu Menyenangkan

Inilah 6 Alasan Mengapa Panjat Tebing Itu Menyenangkan

Bagi mereka yang sudah bertobat, tidak ada alasan kuat mengapa Anda tidak harus pergi memanjat tebing. Anda mendapatkan latihan seluruh tubuh. Sebaiknya Anda memilih untuk melakukan panjat tebing di luar ruangan, waktu berkualitas yang dihabiskan bersama teman yang Anda cintai, dan tantangan mental yang menyegarkan. Tetapi bagi mereka yang masih membutuhkan beberapa keyakinan tentang mengapa memanjat tebing itu menyenangkan.

Inilah 6 Alasan Mengapa Panjat Tebing Itu Menyenangkan 

Inilah tujuh alasan yang sangat bagus mengapa panjat itu menyenangkan, yaitu:

  • Panjat di tebing membangun kepercayaan diri Anda.

Anda mungkin menghadapi beberapa tantangan dalam hidup Anda yang tidak pernah Anda duga bisa Anda taklukkan. Tantangan, seperti dinding batu buatan manusia tertinggi di dunia. Tetapi kenyataannya, setiap dinding menghadirkan tantangan yang berbeda dan setiap langkah yang Anda ambil untuk menaklukkan rute atau masalah, adalah kemenangan itu sendiri.

  • Panjat di tebing membangun kepercayaan.

Mendaki dengan aman mengharuskan Anda untuk menempatkan hidup Anda di tangan orang lain. Tidak ada yang seperti menjatuhkan 5m ke tanah dan berpotensi meregangkan bahu untuk merusak persahabatan atau hubungan selamanya. Lebih buruk lagi jika itu karena berlayer Anda tidak bisa dibakar untuk melihat keluar untuk keselamatan Anda. 

  • Panjat tebing adalah latihan seluruh tubuh.

Olahraga yang sangat khusus seperti berlari atau berenang sering hanya menargetkan kelompok otot tertentu, membuat tubuh agak tidak seimbang dan tidak siap untuk tugas-tugas fisik yang dapat membutuhkan serangkaian otot yang luas.

  • Panjat di tebing melatih fokus Anda.

Ada alasan mengapa rute bouldering dikenal sebagai masalah. Panjat di tebing adalah cara yang bagus untuk melatih keterampilan pemecahan masalah Anda dan khususnya, fokus Anda. Dalam panjat di tebing, tidak ada tujuan lain selain memperbesar batu di depan Anda dengan cara tercepat dan paling efektif. 

  • Panjat di tebing membantu Anda terlihat hebat dalam gambar.

Bayangkan diri Anda sebagai orang yang di emperan, mengambil nafas sementara matahari terbenam di latar belakang. Sebuah gambar siluet Anda saat berada di sebuah overhang, peringkat di antara bagian atas semua foto yang dapat Anda unggah.

  • Panjat di tebing membuat Anda tinggi secara alami.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi satu dengan alam, dan yang merupakan penggemar panorama, mendaki ke atas tebing maka akan menawarkan Anda kesempatan untuk melihat pemandangan yang seharusnya tidak dapat diakses untuk non-pendaki.

Pada dasarnya ini berarti bahwa ketika Anda memanjat dinding, dan turun dengan sukses, Anda akan membangun kepercayaan yang kuat dengan siapa pun yang menikam Anda. Jika Anda ingin menguji calon pasangan, atau mitra bisnis, panjat di tebing bisa berfungsi sebagai filter yang baik untuk melihat siapa penjaga sebenarnya. Panjat tebing adalah aktivitas yang melibatkan hampir semua kelompok otot utama dalam tubuh Anda. Dan yang kecil juga, seperti tendon sulung tendon flexor, juga dikenal sebagai otot jari.

Jenis-jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Jenis-jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Olahraga merupakan salah satu aktivitas segudang manfaat yang menyenangkan bagi anak. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan memperkenalkan dan mengajari dunia olahraga pada anak sedini mungkin. sebab, selain bermanfaat bagi kesehatan, mengajarkan olahraga kepada anak sejak kecil akan memberinya keterampilan lain yang mungkin tidak dimiliki teman-teman sebaya. Lalu, olahraga anak apa yang tepat sesuai usia dan perkembangannya?

Jenis-jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Usia 6-9

anak usia ini masih sulit menyerap Olahraga yang membutuhkan strategi khusus sehingga justru akan membuatnya bingung. Anda juga harus menyesuaikan jenis olahraga dengan dengan kemampuan motorik anak seusia ini. jenis Olahraga yang bisa dilakukan meliputi: Lari, Bermain bola, Olahraga senam/ gimnastik, Renang dan Olahraga bela diri.

Pada usia ini, fokuslah pada teknik dan gerakan yang tepat sebelum anak mengasah aspek-aspek lainnya seperti kecepatan dan kekuatan. sebab, kekuatan dan kecepatan akan mengikuti teknik dan gerakan yang tepat.

Usia 10-12

menginjak usia10-12 maka kemampuan motorik, kemampuan berpikir, serta kemampuan mengambil keputusan anak menjadi lebih baik. Anak juga telah mampu mengikuti arahan yang semakin rumit bahkan mampu mengingatnya dengan baik. lebih dari itu, anak juga mulai bisa memikirkan strategi-strategi tertentu saat bermain. Sehingga, anak akan siap melakukan olahraga yang lebih rumit baik dari sisi instruksi maupun gerakannya. Jenis olahraga anak di rentang usia ini meliputi: Sepak bola, Bola basket, Bola voli, Bulu tangkis, dan Baseball atau softball.

Selain kompleks, Olahraga-olahraga yang telah disebutkan itu juga mengharuskan anak untuk berinteraksi dengan teman atau lawan mainnya. jenis olahraga dengan kontak antar pemain seperti ini juga memerlukan kedewasaan. Sebab, rentan akan kontak fisik dimana anak bisa saja tertabrak, tersandung kaki teman, atau mungkin mencederai temannya tanpa sengaja. Sehingga jika kedewasaannya kurang maka anak akan kesulitan mengendalikan emosinya.

Kombinasikan olahraga anak

Meskipun ketika anak berusia 10-12 tahun dianjurkan melakukan jenis olahraga anak yang berbeda dari sebelumnya, bukan berarti Anda harus memberhentikan semua aktivitas olahraga yang telah dilakukan. Jika memang ingin tetap mengajarkan jenis olahraga sebelumnya Anda bisa mengkombinasikannya dengan jenis olahraga yang baru.

Misalnya, Anda telah mengajarkan berenang dari kecil. Kenalkan lagi dengan jenis olahraga lain saat anak menginjak usia 10-12 tahun, seperti bermain basket, bulu tangkis, atau bela diri. Sebab, keterampilan anak akan terbatasi jika terlalu fokus pada satu olahraga saja bahkan juga bisa menimbulkan kebosanan atau yang lebih parah stres.

Menginjak dewasa hingga memasuki usia di atas 12 tahun (SMP dan SMA) seluruh jenis olahraga bisa menjadi pilihan yang baik untuk anak. Dengan catatan, anak tak hanya menikmati tapi juga bisa mengembangkan keterampilannya dalam olahraga tersebut.

Manfaat kesehatan berolahraga sejak kecil

  • Menurunkan risiko obesitas.
  • Meningkatkan kebugaran anak.
  • Memicu pertumbuhan tulang dan otot anak.
  • Meningkatkan koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh.
  • Mencegah anak dari penyakit metabolik karena kurangnya aktivitas fisik.
  • Membentuk postur tubuh anak yang ideal.
  • Membiasakan hidup aktif sehingga tetap aktif berolahraga hingga dewasa.

Keuntungan sosial dan psikologis aktif berolahraga sedini mungkin

  • Kemampuan mendengar dan mengikuti instruksi anak terasah.
  • Belajar bekerja sama, memimpin, dan menjadi bagian dalam suatu tim.
  • Memahami arti menang dan kalah adalah hal yang biasa.
  • Meningkatkan kemampuan akademik.
  • Meningkatkan kemampuan sosial  saat bertemu dan menjalin relasi dengan orang-orang baru.
  • Meningkatkan kedisiplinan anak dengan Jadwal latihan dan tiap instruksi yang diberikan.

Cocokkan Olahraga Anak dengan Umurnya Agar Lebih Menyehatkan Tubuhnya

Cocokkan Olahraga Anak dengan Umurnya Agar Lebih Menyehatkan Tubuhnya

Anak-anak lebih aktif untuk bergerak serta rasa ingin tahu akan sesuatu tentunya lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa. Pada masa kanak-kanak, mereka pastinya ingin belajar hal baru dan juga ingin mengetahui apa saja yang mereka lihat dan rasakan. Misalnya seperti berolahraga, kebanyakan dari anak-anak Indonesia sangat menyukai kegiatan tersebut karena terasa begitu menyenangkan serta mereka pun dapat mempelajari hal yang baru melalui olahraga anak tersebut. Namun, sebagai orang tua Anda harus mencocokkan usia dari si kecil dengan jenis olahraga yang diberikan. Jangan asal membiarkan mereka melakukan suatu jenis olahraga yang memang belum sesuai dengan usianya karena hal ini dapat membahayakan mereka, bukannya menyehatkan. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui jenis olahraga mana saja yang paling cocok dan tepat untuk si kecil yang masih berusia beberapa tahun, seperti:

Cocokkan Olahraga Anak dengan Umurnya Agar Lebih Menyehatkan Tubuhnya 

  • 1 hingga 3 Tahun

Jika si kecil masih berusia 1 hingga 3 tahun, Anda dapat mengajaknya untuk aktif bergerak dengan olahraga yang terbilang ringan. Misalnya, Anda bisa membuat mereka bermain mengambil bola, merayap, berjalan secara konstan, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa mengajarkannya senam karena di usia tersebut, tubuh dan tulang mereka masih sangat lentur sehingga sangat nyaman untuk melakukan stretching atau pun senam. Pastikan untuk membiarkan mereka melakukan olahraga tersebut agar tubuh semakin sehat dan aktif. 

  • 4 hingga 5 Tahun

Pada usia ini, anak-anak menjadi jauh lebih aktif dan rasa ingin tahu pun semakin meningkat. Anda bisa mengajak mereka untuk melakukan olahraga anak yang jauh lebih seru, misalnya melempar bola, menendang bola, berlari, berenang, dan lain sebagainya. Pada usia ini, Anda juga harus memperkenalkannya pada alam dan juga hewan. Pastinya si kecil akan jauh lebih sehat dan merasa senang jika Anda membiarkannya melakukan jenis olahraga dan kegiatan tersebut secara rutin

  • 6 hingga 9 Tahun

Di usia ini, anak-anak masih belum mengerti instruksi yang rumit, mereka hanya mengerti sebuah instruksi yang singkat dan mudah dipahami. Anda bisa mengajaknya untuk melakukan beberapa jenis olahraga yang terbilang masih sangat mudah, seperti berlari, bermain sepak bola, melakukan senam, berenang, bahkan mengajarkan mereka bela diri juga cukup dianjurkan. Anda harus berfokus pada gerakan dan teknik yang tepat agar mereka memiliki kekuatan dan juga dapat bergerak dengan cepat. 

  • 10 hingga 12 Tahun

Saat memasuki usia ini, mereka ingin lebih mengasah kemampuan motorik, berpikir dan juga Anda harus mengajarkan bagaimana cara mengambil keputusan. Anda bisa memainkan olahraga anak yang jauh lebih rumit melibatkan pergerakan dan memberikan instruksi yang benar. Anda bisa mengajaknya untuk bermain sepak bola, basket, voli, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Olahraga ini disebut cukup kompleks dan mengharuskan mereka untuk berinteraksi dengan sesamanya.