Diskon Akhir Tahun di Bukalapak

diskon 1212

Menjelang akhir tahun, selain long weekend yang ditunggu-tunggu, salah satu yang dinanti adalah Diskon Akhir Tahun. Diskon akhir tahun belakangan memang sangat booming di tanah air, sebab kita bisa mendapatkan barang dengan harga yang sangat murah di penghujung tahun atau menjelang tahun baru. Diskon akhir tahun atau yang sering disebut dengan cuci gudang ini memang menjadi sarana penjual maupun pembeli untuk melakukan transaksi dengan sangat cepat.

Selain di toko-toko retail, ternyata diskon akhir tahun juga berlaku di toko-toko online lho, salah satunya yaitu di Bukalapak. Siapa yang tidak kenal dengan situs belanja online Bukalapak? E-commerce yang didirikan sejak tahun 2010 ini merupakan salah satu e-commerce terbaik di Indonesia dengan karyawan mencapai 2700 orang karyawan. E-commerce yang sempat meraup keuntungan hingga 7M perharinya, Bukalapak  tentu tidak ingin ketinggalan untuk memberikan diskon. Sebab itulah, di penghujung tahun 2019 ini, Bukalapak memanjakan customernya dengan berbagai diskon akhir tahun.

Simak di bawah ini diskon akhir tahun yang akan diberikan oleh Bukalapak

Diskon Bukalapak Spesial Harbolnas 12.12 Cashback 99%

Diskon pertama yang paling ditunggu-tunggu menjelang akhir tahun ini tentu saja diskon Harbolnas 12.12. Cashback yang diberikan oleh Bukalapak tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai 99%. Cashback ini bisa kamu dapatkan dengan menggunakan kode voucher diskon spesial harbolnas 12.12 saat kamu melakukan checkout belanja.

Spesial Gratis Ongkir Bukalapak

Selanjutnya yang tidak kalah ditunggu untuk Diskon Akhir Tahun dari Bukalapak tentu saja adalah voucher gratis ongkir. Gratis ongkir yang diberikan oleh Bukalapak ini bisa melalui beberapa jasa pengiriman, misalnya JnT, JNE, dan Lion Parcel. Selain itu, gratis ongkir yang diberikan Bukalapak juga bisa melalui GoSend Some Day. Hmm, menggiurkan bukan?

Spesial Diskon Pembayaran Melalui Virtual Account

Salah satu diskon yang ditunggu selanjutnya adalah diskon pembayaran melalui virtual account. Beberapa virtual account yang memberikan diskon adalah BNT, BRI, E-Pay, Mandiri, Permata Bank, HSBC, OCBC, bahkan DANA. Penawaran yang diberikan di pembayaran melalui Virtual Account ini beragam, mulai dari diskon dari Bukarekening digital BNI yang mendapatkan Cashback 100k, Cashback 75k dengan Debit OCBC, Diskon 30k dengan menggunakan BRI Debit Online, Diskon 100k dengan menggunakan Debit Permata Bank, bahkan Diskon 150k dengan menggunakan kartu Kredit Mandiri. 

Voucher Bukalapak Gratis 3640 Diamond di Free Fire

Nah, ini dia yang paling ditunggu-tunggu oleh para gamers, yaitu gratis diamond di aplikasi Free Fire mencapai 3640 diamond. Gratis diamond ini berlaku ketika kamu melakukan pembelian diamond di aplikasi Bukalapak, maka otomatis kamu akan mendapatkan tambahan diamond gratis. Jadi jangan khawatir untuk kamu yang seorang gamers, diskon akhir tahun dari Bukalapak ternyata juga bisa kamu nikmati juga lhoo…

Selain keempat Voucher diskon dari Bukalapak yang bisa kamu gunakan di atas, Bukalapak juga menawarkan diskon melalui flash sale, dan cashback pada pembelian tagihan maupun e-money, diantaranya tagihan listrik, PDAM, BPJS Kesehatan, GoPay, maupun DANA. Juga cashback jika kamu melakukan pembelian pulsa atau paket data melalui aplikasi Bukalapak. Jadi, jangan sampai kamu terlewat untuk mendapatkan diskon akhir tahun dari Bukalapak yaa.. Menariknya, penawaran diskon dari Bukalapak juga berlaku mulai awal Desember 2019 lho.. catat tanggalnya, list kebutuhanmu untuk segera belanja di Bukalapak!

Inilah Deretan Olahraga Udara yang Bisa Memacu Adrenalin, Mau Coba?

Olahraga itu banyak jenisnya, baik yang dilakukan di darat, di air maupun di udara. Khusus untuk olahraga yang dilakukan di udara sendiri, manfaatnya sama seperti ketika Anda melakukan udara di air maupun di darat. Akan tetapi, olahraga yang satu ini cenderung lebih memacu adrenalin. Setidaknya ada 5 olahraga udara yang bisa memenuhi syarat tersebut, antara lain:

Terjun Payung

Olahraga yang pertama adalah terjun payung. Olahraga ini mirip dengan paragliding dan sky diving. Akan tetapi yang menjadi pembeda antara terjun payung dengan kedua jenis olahraga udara tersebut terletak pada masalah waktu pembukaan parasut. Pada terjun payung, parasut ini akan dibuka sesaat setelah yang bersangkutan terjun dari pesawat terbang. Sedangkan pada paragliding, parasut sudah dipakai bahkan sebelum penerbangan dilakukan. Sementara pada sky diving, parasut tersebut akan dibuka setelah yang bersangkutan melakukan atraksi di udara.

Wingsuit Flying

Olahraga udara yang kedua adalah Wingsuit Flying. Olahraga ini akan membuat tubuh menjadi terbang di udara dengan menggunakan wingsuit. Adapun wingsuit itu sendiri adalah semacam sayap buatan yang berupa jumpsuit khusus. Untuk melakukannya, yang bersangkutan harus ada di ketinggian tertentu terlebih dahulu supaya dia bisa terjun bebas, lalu melayang sembari membentangkan sayap layaknya burung. Pastinya olahraga yang satu ini tidak disarankan untuk para pemula, karena yang diijinkan untuk melakukannya hanyalah sky diver berpengalaman yang telah 200 kali terjun di udara.

Hang Gliding

Hang Gliding adalah olahraga udara yang dilakukan dengan menggunakan alat yang biasa disebut juga dengan gantole. Gantole itu sendiri merupakan alat yang bentuknya menyerupai kerangka pesawat. Alat inilah yang nantinya akan digunakan untuk terbang. Hang Gliding dilakukan dengan cara melompat dari atas sebuah bukit yang cukup tinggi. Namun dalam prosesnya sendiri, olahraga yang satu ini hanya mengandalkan angin sehingga cukup berbahaya. Karenanya tidak heran jika untuk menikmati olahraga yang satu ini Anda harus mengeluarkan dana yang cukup banyak sekalipun penggemarnya sendiri tak terlalu banyak.

Base Jumping

Olahraga ini juga mirip dengan sky diving, yakni dilakukan dengan cara melompat dari ketinggian lalu membuka parasut sebelum yang bersangkutan mencapai daratan. Olahraga ini juga merupakan olahraga yang membutuhkan kecermatan dalam penghitungan waktu, terutama dalam hal pembukaan parasut. Terlambat sedikit saja dalam membuka parasut, maka yang bersangkutan harus siap menghadapi konsekuensinya.

Bungee Jumping

Tak berbeda jauh dengan base jumping, bungee jumping juga mengharuskan seseorang untuk terjun bebas di udara. Akan tetapi olahraga yang satu ini tidak membuat pelakunya mengenakan parasut, melainkan sebuah tali yang kuat dan lentur, dimana salah satu ujung tali ini nantinya akan diikatkan pada bagian pergelangan kaki dan ujung yang lainnya akan diikatkan ke tiang. Dengan begini, saat pelaku olahraga sudah sampai di bawah, dia akan memantul kembali ke atas hingga energi lompatannya habis.

Tak Jadi Penghalang: Berikut Penyandang Disabilitas dan Prestasi yang Diraihnya

Asian Para Games (INAPG) adalah acara multiolahraga internasional pertama di Asia yang melibatkan atlet dengan keterbatasan yang dimilikinya. Pada tahun ini, kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Indonesia. Dengan terlaksananya acara ini, pemerintah dan pihak penyelenggara ingin mempromosikan olahraga secara khusus bagi para penyandang atlet cacat untuk Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga ke depannya dukungan untuk olahraga ini diharapkan semakin meningkat. Lebih dari itu, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah besar bagi perubahan bahwa semua orang dari berbagai kalangan masyarakat memiliki hak dan peluang yang sama untuk bersaing bahwa kekurangan bukanlah kendala untuk berprestasi dalam bidang olahraga ataupun bidang-bidang lainnya yang disukai.

atlet asean para games 2018

Sebagai tuan rumah, Indonesia adalah negara ketiga penyelenggara Asian Para Games, setelah China (2010) dan Korea Selatan (2014). Agar terselenggara dengan baik, berbagai cara mulai dilakukan. Beberapa yang krusial di antaranya adalah dengan pembentukan Panitia Penyelenggara Permainan Asia Indonesia (INAPGOC) serta pembentukan asian para games volunteer yang ditujukan untuk mempersiapkan pelaksanaan Asian Para Games (INAPG) 2018.

Dengan sebuah semangat yakni bahwa olahraga dapat menumbuhkan harapan baru, Pemerintah Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengambil tantangan untuk menyelenggarakan Indonesia 2018 Asian Para Games untuk melebihi keberhasilan yang telah dicapai pada acara sebelumnya. Pada tahun ini, perhelatan besar olahraga bagi penyandang disabilitas tersebut diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 8 hingga 16 Oktober 2018. Agar lebih termotivasi, berikut adalah catatan sejarah yang telah dibuat oleh para atlet kita!

Asian Para Games 2010

Asian Para Games pertama ini diselenggarakan di Guangzhou, China pada tanggal 12 hingga 19 Desember Tahun 2010. Pada kesempatan ini, Indonesia yang semenjak tahun 1951 telah aktif berpartisipasi dalam mengirimkan atletnya di ajang Asian Games, untuk kali pertama mengirimkan perwakilannya dalam perhelatan besar bagi penyandang disabilitas ini. Pada 19 cabang olahraga yang diperlombakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 41 negara dengan jumlah atlet yakni 2.405. Hasilnya, Indonesia berada di peringkat 14 pada klasemen perolehan medali dengan total 11 medali yakni 1 buah medali emas, 5 buah medali perak, dan 5 buah medali perunggu. Sebuah medali emas pertama tersebut diraih di cabang lomba Bulutangkis.

Asian Para Games 2014

Kegiatan Asian Para Games 2014 diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan pada tanggal 18 hingga 24 Oktober Tahun 2014. Pada ajang ini, Indonesia ikut serta dalam sembilan mata lomba yakni panah, atletik, bulutangkis, powerlifting, renang, bowling, tenis meja, rugby kursi roda, dan tenis kursi roda. Hasilnya, Indonesia menduduki peringkat 9 pada klasemen total peraihan medali yang kemudian menjadi momentum bersejarah atas peningkatan prestasi Indonesia dalam kancah Asia. Pada kesempatan ini, kontingen Indonesia berhasil memperoleh medali sebanyak 38 buah dengan 9 (sembilan) buah medali emas di dalamnya.

Adapun medali emas diperoleh oleh para atlet sebagai berikut: Agus Susanto (cabang lomba tenis meja kursi roda), David Jacob (cabang lomba tenis meja), dua emas diperoleh oleh Mulyana (cabang lomba renang 50 meter gaya kupu-kupu dan gaya bebas), Melianus Marinus Yowei (cabang renang gaya dada 100 meter), Freddy Setiawan (cabang bulutangkis tunggal putra), Ukun Rukaendi (cabang bulutangkis tunggal putra), Freddy Setiawan dan Reani Ratri Oktilla (cabang bulutangkis ganda campuran), dan emas terakhir untuk Indonesia disumbangkan oleh atlet Hary Susanto dan Ukun Rukaendi (cabang bulutangkis ganda putra).

Demikianlah catatan sejarah yang telah dibuat oleh para atlet dalam ajang Asian Para Games. Dengan segala kekurangan yang dimiliki, semoga para atlet kita yang berjuang dalam ajang perhelatan besar yang salah satunya disponsori oleh Bukalapak ini dapat menorehkan prestasi yang membanggakan, Mari kita dukung lagi para atlet difabel tanah air agar bisa tetap menorehkan prestasi yang membanggakan dengan membeli tiket asian para games di https://www.bukalapak.com/event/asian-para-games. Salam olahraga!

Olahraga Efektif Berapa Lama Olahraga Efektif Dilakukan?

Ada cukup banyak orang yang bertanya mengenai durasi olahraga yang efektif itu berapa. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat tidak sedikit orang yang enggan melakukannya dengan alasan bahwa olahraga itu merepotkan dan harus dilakukan dalam waktu yang lama. Alasan ini tentu saja salah karena sejatinya olahraga juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Lalu, jika kita kembali lagi ke pertanyaan berapakah lama waktu olahraga efektif itu, silahkan simak penjelasan singkat yang ada di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Lama Waktu Olahraga yang Disarankan

Jika merujuk pada keterangan yang disampaikan oleh Department of Health and Human Services US, lama olahraga efektif yang disarankan adalah 150 menit per minggu untuk jenis olahraga intensitas sedang. Contoh olahraga intensitas sedang ini adalah berenang dan jalan cepat. Sementara untuk jenis olahraga intensitas tinggi seperti berlari misalnya, lama waktu yang disarankan hanya 75 menit per minggu. Tentunya lama waktu olahraga tersebut bisa Anda bagi-bagi sendiri setiap harinya. Sementara di Indonesia sendiri juga sangat disarankan agar seseorang melakukan aktifitas satu ini kira-kira selama 150 menit per minggu, dimana 150 menit tersebut adalah sekitar 30 menit per harinya. Nah, kalaupun yang bersangkutan tidak bisa melakukan olahraga setiap hari, minimal lakukan 3 hari atau 5 hari saja dalam satu minggu.

Lama Waktu Olahraga untuk Tujuan Tertentu

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa lama waktu olahraga yang disarankan adalah 150 menit setiap minggunya atau sekitar 30 menit tiap harinya. Lama waktu ini akan berubah jika tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan ataupun untuk tujuan kebugaran tertentu lainnya. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh salah satu anggota komite penasehat pedoman diet Amerika serikat, yakni Russel Pate, Ph,D, disebutkan bahwa jika Anda telah berolahraga selama 30 menit dalam sehari namun masih saja mengalami kenaikan berat badan, maka Anda bisa menambah 30 menit lagi sehingga durasi total olahraga menjadi 60 menit. Namun, harap diingat, batas waktu olahraga yang disarankan adalah selama 90 menit per harinya. Ini berlaku bagi orang-orang yang overweight, hendak mempertahankan berat badan dalam jangka waktu yang panjang serta kehilangan berat badan dalam jumlah yang besar.

Jadi kesimpulannya adalah jika berat badan Anda termasuk ideal, maka Anda hanya perlu berolahraga kira-kira selama 30 menit saja per hari. Akan tetapi jika Anda bermaksud untuk mengontrol berat badan, silahkan lakukan selama 60 menit per hari dan jika Anda ingin menurunkan berat badan, silahkan Anda lakukan selama 90 menit per hari. Sebaiknya Anda tidak melampaui batas waktu tersebut, karena bagaimanapun juga olahraga yang dilakukan secara berlebihan itu bisa mendatangkan bahaya bagi tubuh.

Jenis Olahraga yang Disarankan

Lama waktu olahraga efektif yang disarankan sudah dijelaskan di atas, lalu bagaimana dengan jenis olahraga itu sendiri? Jenis olahraga yang disarankan sebenarnya ada banyak seperti bermain sepak bola dengan teman, bersepeda, jogging, senam atau bahkan berjalan. Anda tinggal pilih salah satunya saja yang paling Anda sukai supaya tidak malas lagi melakukannya.