Hati-hati, Tidak Melakukan Warm Up Menyebabkan Cidera

Melakukan warm up atau pemanasan setidaknya dilakukan, paling tidak Anda meluangkan waktu 5 menit sebelum memulai olahraga. Hal ini penting dilakukan agar dapat mencegah cedera serta membuat olahraga menjadi semakin efektif. Sesudah mengganti pakaian, apakah Anda langsung menyeburkan diri untuk berenang? Hati-hati karena cedera bisa terjadi. Pemanasan yang pas bisa membantu tubuh siap menjalani olahraga, dengan pemanasan otot akan semakin teratur dan panas sehingga bisa merespon serta melakukan gerakan dengan lebih baik.

Pemanasan bisa dilakukan dengan berjalan kaki di tempat, dengan menggunakan treadmill, hingga bersepeda status dengan kecepatan rendah. Awali dengan perlahan dan tambahkan kecepatan secara bertahap. Anda juga bisa melakukan jalan cepat di tempat selama kurang lebih 5 menit. Ada beberapa gerakan yang dapat Anda lakukan, sepert

  • Berdiri dengan kaki terbuka sebahu, rentangkan dua tangan ke depan, menekukkan lutut dan menurunkan bokong setinggi paha. Anda bisa menahan selama beberapa lama kemudian melepaskannya,
  • Jalan di tempat dengan memutar bahu ke depan serta ke belakang masing-masing hingga 8 hitungan. Ulangi sampai 10 kali, dan bebaskan tangan kiri dan kanan saat melakukannya,
  • Angkat satu kaki dengan posisi lutut yang menekuk sebesar 90 derajat selama 30 detik. Upayakan lutut menyentuh siku tangan berlawanan.

Warm up adalah bagian dari kegiatan yang tidak boleh dilupakan sebelum sampai di inti gerakan olahraga yang di ingini. Ada beberapa manfaat dari pemanasan untuk tubuh seperti meningkatkan aliran darah dan menaikkan suhu otot, detak jantung menjadi semakin meningkat, adrenalin akan lepas, memungkinkan sendi untuk bekerja dengan cara yang efisien, memungkinkan oksigen did alam darah beredar dengan cepat dengan volume yang tinggi, meningkatkan metabolisme otot, memecah glikogen dan menghasilkan energi.

 Baca juga beberapa tips dan trik agar terhindar dari cidera saat berolah raga. Lihat selengkapnya di www.gayahidupterkini.com

Peregangan juga menjadi bagian dari pemanasan. Tetapi, banyak orang yang menyalahartikan jika peregangan adalah satu-satunya gerakan pemanasan sehingga mereka langsung melakukan peregangan di awal pemanasan. Padahal, banyak dokter ortopedi memberikan pendapat jika pemanasan lebih baik tidak melibatkan peregangan karena otot belum terlalu panas, mulai terlebih dahulu dengan gerakan aerobik ringan agar bisa memompa darah ke jaringan tubuh. sesudah gerakan pemanasan dilakukan, peregangan baru bisa dimulai.

Dalam warm upperegangan terdiri 3 jenis, antara lain

  • Peregangan balistik. Peregangan ini melibatkan gerakan menghentak dan memiliki tujuan mengembangkan fleksibilitas serta kelincahan. Tetapi disarankan jika jenis peregangan ini dihindari agar bisa mencegah cedera
  • Peregangan yang dinamis. Tujuan melakukan peregangan ini agar bisa meningkatkan performa dengan cara menggerakkan bagian tubuh sampai rentang yang maksimal,
  • Peregangan statis, peregangan ini memiliki tujuan sebagai pelatih fleksibilitas otot. Namun jangan keliru karena terlalu lama melakukan peregangan secara statis menimbulkan resiko melemahkan otot. Gerakan ini sangat diharapkan bisa mencegah cedera.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply