Inilah 7 Mitos Olahraga dan Fitness yang Tidak Boleh Dipercaya

Inilah 7 Mitos Olahraga dan Fitness yang Tidak Boleh Dipercaya

Fitness dan olahraga adalah Salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Tak heran jika tak sedikit yang menjadikannya sebagai hobi. Karena memang tentunya berolahraga itu bermanfaat bagi tubuh kita. Namun, ternyata ada banyak mitos-mitos fitness dan olahraga yang beredar dan banyak dipercaya padahal tidak sepenuhnya benar. Apa saja mitos tersebut? Simak ulasan mengenai mitos olahraga dan fitness berikut.

Inilah 7 Mitos Olahraga dan Fitness yang Tidak Boleh Dipercaya

Pagi Hari adalah Waktu Olahraga Terbaik

Anggapan bahwa jika ingin berolahraga harus pagi ternyata keliru. Karena, kunci berolahraga bukan pada waktunya, melainkan konsistensi saat melakukannya. Saat ingin berolahraga, Anda bisa melakukannya kapanpun. Maksudnya, jika dalam satu minggu Anda ingin berolahraga dua kali maka Anda harus melakukannya dengan rutin. Konsistensi sangat dibutuhkan agar tubuh terbiasa melakukannya. Meski demikian, untuk olahraga kardio tidak disarankan dilakukan di tengah siang bolong. Sebab, teriknya matahari bisa membuat Anda merasa lebih cepat dehidrasi. Sebaiknya pilih waktu berolahraga ketika Anda benar-benar lowong. Sehingga, Anda bisa berolahraga dengan fokus.

Lemak berubah menjadi otot dengan latihan Beban

Secara fisiologi, lemak dan otot adalah jaringan yang berbeda. Fakta yang benar dari berlatih beban adalah latihan tersebut membantu serat otot yang diselimuti sel lemak. Sedangkan pengurangan lemak bisa Anda lakukan dengan diet secara sehat dan teratur.

Saat Berjalan Kaki Kalori yang Terbakar Sama Dengan Berlari

Penelitian tim peneliti dari Syracuse University, New York, menyebutkan bahwa kalori yang terbakar saat berlari jauh lebih besar 30 persen daripada berjalan meskipun jaraknya sama. Jadi, jika Anda ingin membakar kalori, daripada berjalan sebaiknya berlari.

Kalori yang terbuang ditentukan Jumlah keringat yang Keluar

Seringkali Keringat dikaitkan dengan kalori yang terbakar. Faktanya, kedua hal tersebut tidak ada kaitannya dalam menurunkan berat badan. Sebab, keringat ialah bentuk reaksi tubuh saat ingin membuang cairan yang tidak dibutuhkan tubuh atau mendinginkan diri. Jadi, bukan hanya mengenai kalori semata. Jika Anda ingin penurunan berat badan, lebih baik atur pola makan, gaya hidup sehat, dan jaga selalu kondisi badan. Memaksakan diri untuk lebih berkeringat justru bisa membuat Anda dehidrasi karena kekurangan cairan tubuh.

Minuman Olahraga Setelah Berolahraga Baik untuk Mengganti Cairan Tubuh

Faktanya, rata-rata minuman yang ada di iklan televisi terbuat dari campuran air dengan gula. Setelah berolahraga, Makanan dan minuman yang terbaik adalah air mineral dan cemilan tinggi protein. Hal itu akan memberi Anda ruang esensi dari makanan dan minuman yang terserap tubuh dan membantu pembentukan tubuh.

Olahraga membuat Lelah

Padahal, fungsi olahraga cukup baik untuk tubuh. Berolahraga bisa memberi Anda banyak energi daripada hanya berdiam diri. Sebab, olahraga akan membantu Anda mudah tidur di malam hari sehingga saat bangun merasa lebih segar. Olahraga juga memberi Anda kemampuan untuk mengontrol tingkat stres. Karena, olahraga membantu Anda menyalurkan energi negatif dalam tubuh. Bila energi tersebut tidak disalurkan maka akan meningkatkan level stres dalam diri secara perlahan-lahan.

Risiko Cedera terkurangi oleh Perlengkapan Olahraga yang Mahal

Faktanya, proteksi cedera bukan dipengaruhi oleh harga, melainkan seberapa pas perlengkapan olahraga itu dipakai tubuh. Misalnya, sepatu basket Anda gunakan untuk bermain futsal, pasti potensi cederanya lebih besar daripada mereka yang menggunakan sepatu futsal. Contoh lainnya, Anda menggunakan sepatu yang longgar dan tidak pas saat bermain tenis maka potensi cederanya lebih besar daripada menggunakan sepatu sesuai ukuran kaki. Jadi, yang harus dilakukan ialah menggunakan perlengkapan olahraga yang nyaman dipakai tubuh.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply