Lebih Mengenal Bulutangkis Olahraga Khas Indonesia

Lebih Mengenal Bulutangkis Olahraga Khas Indonesia

Bulutangkis atau badminton merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di Indonesia. Bulutangkis sendiri merupakan olahraga dimana para pemainnya menggunakan raket sebagai alat pemukul dan shuttlecock sebagai bola permainan yang dimainkan oleh dua orang (sepasang) atau empat orang (dua pasang) pemain. Asal mula dari olahraga ini diperkirakan berasal dari permainan Tionghoa melibatkan kok namun tanpa menggunakan raket. Di Inggris sendiri pada zaman pertengahan Battledores dan shuttlecocks sangat populer sebagai permainan anak-anak. Cara permainannya sendiri menggunakan tongkat dimana sekelompok anak akan menjaga kok tetap di udara tanpa menyentuh tanah.

Lebih Mengenal Bulutangkis Olahraga Khas Indonesia

Pada masa penjajahan, Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Thailand dan dengan cepat permainan ini menjadi permainan anak-anak penduduk lokal. Dan pada akhirnya tahun 1877 rancangan peraturan bulutangkis ditulis dan setelahnya tepatnya pada tahun 1893 asosiasi bulutangkis inggris pertama kali dibentuk serta tahun 1899 kejuaraan tingkat internasional diselengarakan dengan nama All England.

Perlengkapan dari permainan bulutangkis terdiri dari raket yang asal mulanya berasal dari kayu dan dalam perkembangnya sekarang terbuat dari serat karbon dengan kekuatan yang bagus dibandingkan berat, kaku, dan perpindahan energi kinestetik. Selanjutnya adalah senar, pada umumnya ketebalan senar berkisar 21 ukuran dan menguntai pada ketegangan 18 hingga 30+ lb namun hal ini disesuaikan kembali sesuai pemain yang menggunakannya. Lalu ada kok, kok merupakan bola yang dibuat dari susunan rangkaian bulu angsa yang membentuk kerucut terbuka dengan pangkal setengah lingkaran yang terbuat dari gabus. Dan yang terakhir ada sepatu, sepatu khusus untuk badminton memiliki sol karet yang mencengkram kuat pada lantai sehingga kecepatan pada saat bermain stabil.

Baca Juga  Rahasia Mencegah Cidera Pada Saat Bermain Bulutangkis

Selain itu untuk melakukan permainan badminton kita perlu lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan panjang 13,40 meter dan lebar 6,10 meter dengan jarak garis service depan dengan garis net 1,98 meter, jarak garis service tengah dari garis samping lapangan 3,05 meter, jarak garis service belakang dari garis belakang lapangan 0,76 meter, jarak garis samping permainan tunggal dari garis pinggir lapangan 0,46 meter dengan ketebalan garis 40 mm dan harus berwarna kontras dengan warna lapangan.

Garis disarankan menggunakan warna putih atau kuning. Permukaan lapangan bulutangkis disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yang lunak untuk mengurangi cedera pemain apabila ada kecelakaan saat permainan berlangsung. Jaring yang dipergunakan untuk badminton setinggi 1,52 meter yang kemudian diletakkan tepat ditengah lapangan. Tiang ini akan diwarnai gelap kecuali bibir jaring yang diharuskan berwarna putih serta memiliki ketebalan 75 mm. Tinggi tiang badminton keseluruhan yang dipakai adalah 1,55 meter.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply