Napak Tilas Perisai Diri yang menjadi Seni Beladiri Indonesia

Ada berbagai macam jenis beladiri yang berasal dari Indonesia, salah satunya adalah Perisai Diri atau biasa kita kenal dengan sebutan PD. Seni beladiri ini didirikan oleh seorang bangsawan Keraton Paku Alam bernama RM Soebandiman Dirdjoatmodjo yang berasal dari Yogyakarta. Tentunya  perjuangan beliau hingga terbentuknya seni beladiri ini tidaklah mudah, sudah banyak hal yang telah beliau lalui. Sejak kecil Dirdjo sudah mampu menguasai ilmu pencak silat yang dipelajarinya di keraton. Tidak puas dengan itu, setelah tamat sekolah HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) atau sekolah pendidikan guru, Dirdjo meninggalkan Yogyakarta dan mulai merantau ke beberapa daerah. Tanpa membawa bekal apapun dan dimulai dari berjalan kaki, Dirdjo menginjakkan kaki untuk  pertama kalinya di kota Jombang, Jawa Timur. Beliau berguru silat pada KH. Hasan Basri sekaligus mondok di Tebuireng, sedangkan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari beliau bekerja sebagai kuli di pabrik gula Peterongan. Setelah itu beliau merantau lagi ke Solo dan berguru silat pada Sayid Sahab, serta belajar kanuragan pada Ki Jogosurasmo yang tidak lain adalah kakeknya sendiri. Masih belum puas dengan ilmu yang dimilikinya, beliau berhijrah dan menimba ilmu lagi ke Semarang, Cirebon, Minangkabau dan Aceh. Hingga akhirnya beliau membuka perguruan silat sendiri yang diberi nama Eko Kalbu yang mempunyai arti satu hati. Dalam perjalanan waktu beliau bertemu dengan seorang pendekar dari Tionghoa bernama Yap Kie San dari aliran Siauw Liem Sie dan berguru pada beliau selama 14 tahun. Bukan waktu yang singkat, setelah sekian lama akhirnya Dirdjo membuat rumusan dari ilmu yang telah beliau pelajari selama ini.

Baca Juga:Aliran Dan Tingkatan Sabuk Dalam Karate

Karena kegigihan, semangat belajar dan kerja kerasnya, Dirdjo di minta Ki Hajar Dewantoro yang masih merupakan Pakde-nya untuk kembali ke Yogyakarta dan mengajar silat di Perguruan Taman Siswa miliknya. Hingga pada tahun 1955 Dirdjo pindah ke Surabaya, di kota ini beliau mulai mengembangkan dan menyebarluaskan pencak silat melalui kursus silat yang didirikan dengan nama Perisai Diri yang diresmikan pada tanggal 2 Juli 1955. Melihat perjuangannya yang begitu luar biasa, tidak heran jika aliran beladiri ini dapat diterima di berbagai kalangan masyarakat, karena keahliannya dalam memadukan dan mengembangkan berbagai macam tekhnik, ada tekhnik asli, tekhnik kombinasi, tekhnik senjata, tekhnik pernafasan bahkan tidak lupa memadukan dengan kerohanian. Aliran seni beladiri ini juga mampu membangun eksistensi dirinya yang tidak kalah dengan aliran beladiri lainnya.

Sejak sepeninggal RM Soebandiman Dirdjoatmodjo di tahun 1983, murid – muridnya mulai menyebarkan aliran beladiri ini keseluruh pelosok di Indonesia sampai di beberapa negara di Eropa, Asia, Australia dan Amerika. Bahkan di tahun 1991 Perisai Diri mulai menggelar pertandingan internasional setiap dua tahun sekali dan event ini biasa dikenal dengan sebutan Perisai Diri International Championship (PDIC).

Be Sociable, Share!

Leave a Reply