Rudy Hartono Legenda Olahraga Bulutangkis Indonesia Sepanjang Masa

Mantan pemain legenda bulutangkis  Indonesia Rudy Hartono tidak hanya dianggap sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbesar sepanjang masa, tetapi juga sebagai salah satu olahragawan terbaik sepanjang masa. Dia meraih gelar  tunggal seperti All-England Championship bergengsi delapan kali termasuk rekor tujuh kemenangan beruntun dari tahun 1968 sampai 1974. Rudy hanya sekali dalam meraih Kejuaraan Dunia BWF dalam karirnya dan memenangkan gelar tunggal pada 2 IBF Kejuaraan dunia pada tahun 1980 di Jakarta. Dia juga meraih empat medali emas dan dua medali perak di Piala Thomas. Selain mengikuti olahraga bulutangkis internasional, ia juga berpartisipasi dan memenangkan gelar tunggal putra di Olimpiade Musim Panas 1972 Munich ketika bulu tangkis  dimasukkan sebagai bagian dari program Olimpiade untuk pertama kalinya.

Riwayat Hidup:

Rudy Hartono Kurniawan  lahir pada 18 Agustus, 1949 adalah mantan bintang bulutangkis Indonesia yang meraih gelar tunggal putra  bergengsi All-England Championship delapan kali, tujuh kali berturut-turut ( 1968-1974) dan 1 gelar pada Kejuaraan Dunia pada tahun 198. Dia adalah salah satu pemain badminton paling terkenal dalam sejarah olahraga Indonesa dan dianggap salah satu pemain bulu tangkis terbesar sepanjang masa.

Kehidupan pribadi:

Hartono lahir di Surabaya dengan nama Nio Hap Liang, adalah anak ketiga dari  delapan bersaudara, adiknya Jeanne Utama Dewi, juara nasional lima kali dan mantan anggota tim Indonesia Uber Cup. Hartono muda mempunyai banyak  hoby olahraga  seperti atletik, bola voli, sepak bola, dan bahkan roller skating – tapi jalan atletik segera membawanya ke arah bulu tangkis. Rudy menikah dengan Jane Anwar pada tahun 1976 dan mereka memiliki dua anak.

Baca Juga: Riwayat Susi Santi Pahlawan Bulutangkis Indonesia

Karir bulutangkis:

Hartono bergabung dengan Training Center Nasional pada tahun 1965 untuk membantu tim nasional di Piala Thomas. Sebagai anggota dari 1966-1967 skuad Piala Thomas, ia memenangkan semua pertandingan. Setahun kemudian, pada percobaan pertamanya di Kejuaraan All England, sebagai perwakilan dari Indonesia Saat itu ia berusia 18 tahun dan menjadi termuda yang pernah menjuarai turnamen, mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia yang telah menjadi pemenang dua tahun sebelumnya. Sejak saat itu, Hartono mendominasi  ajang  tersebut, sebelumnya, memenangkan delapan gelar  dari tahun 1969 sampai 1976. Delapan gelar di All England  membuat nama Rudy Hartono  masuk dalam Guinness Book of Records.

Rudy dimasa tuanya juga aktif membangun olahraga badminton untuk masa depan di Asosiasi Bulutangkis Indonesia (PBSI), memegang posisi yang berbeda seperti Ketua Bidang Pengembangan  Saat ini ia adalah anggota PBSI Dewan Kehormatan. Rudy Hartono juga memainkan peran aktif dalam Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Dia adalah anggota Dewan pada tahun 1985-1986, dan kemudian dari 1994 ke 2009. citra dan reputasi Rudy Hartono membuat United Nations Development Programme (UNDP) untuk menunjuk dia sebagai Goodwill Ambassador untuk Indonesia.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply