Sejarah Asal Usul Sepak Takraw dan Penyebarannya

Asal-usul sepak takraw tetap menjadi bahan perdebatan yang intens di Asia Tenggara, seperti beberapa negara bangga mengklaim itu sebagai milik mereka.  Namun ada, beberapa kesepakatan bahwa permainan tersebut diperkenalkan dari Asia Tenggara melalui kontak komersial dengan China, di mana bentuk kuno dari permainan ini berasal.

Hal ini diyakini bahwa banyak variasi permainan berkembang dari sebuah latihan militer Cina kuno, di mana tentara akan mencoba untuk menjaga shuttlecock berbulu udara dengan menendang bolak-balik antara dua orang atau lebih. Sebagai olahraga ini lalu dikembangkan, sebagai contohnya dalam pergantian bahan bola, yaknit kulit hewan dan bulu ayam akhirnya digantikan oleh bola yang terbuat dari strip anyaman rotan. Setiap tim terdiri dari tiga pemain; tersisa dalam, tepat di dalam dan server kembali.

Pada tahun 1829, Asosiasi Olahraga Siam menyusun aturan pertama untuk permainan. Empat tahun kemudian, asosiasi memperkenalkan voli gaya bersih dan diadakan kontes publik pertama. Hanya dalam beberapa tahun, permainan ini lalu diperkenalkan ke kurikulum Pelatihan Fisik di sekolah-sekolah. Di Bangkok, mural di Wat Phra Kaew (Kuil Emerald Buddha) menggambarkan dewa Hindu Hanuman bermain  permainan ini  dengan pasukan sesama monyet.

Catatan sejarah lainnya juga menyebutkan permainan sebelumnya pada masa pemerintahan Raja Naresuan dari Ayutthaya. Permainan ini  kemudian menjadi seperti adat setempat dihargai bahwa voli gaya sepak takraw digelar untuk merayakan konstitusi pertama kerajaan pada tahun 1933, setahun setelah Thailand menghapuskan monarki absolut.

Bukti sejarah awal menunjukkan permainan ini dimainkan di Kesultanan Malaka abad ke-15 ini, untuk itu disebutkan dalam Sejarah Melayu , “Sejarah Melayu” (Sejarah Melayu). The Malay Annals menjelaskan secara rinci insiden Raja Muhammad, putra dari Sultan Mansur Shah yang tak sengaja memukul dengan bola rotan oleh Tun Besar, putra Tun Perak, dalam olahraga permainan Sepak bola membentur tutup kepala Raja Muhammad dan mengetuk ke tanah. Dalam kemarahan, Raja Muhammad segera menikam dan membunuh Tun Besar, dimana beberapa saudara Tun Besar ini membalas dan ingin membunuh Raja Muhammad. Namun, Tun Perak berhasil menahan mereka dari tindakan seperti itu pengkhianatan dengan mengatakan bahwa ia tidak akan lagi menerima Raja Muhammad sebagai pewaris Sultan. Akibat insiden ini, Sultan Mansur Shah memerintahkan putranya dari Malaka dan telah dia dipasang sebagai penguasa Pahang.

Di Indonesia, sepak takraw tersebar dari dekat Malacca di selat ke pulau-pulau Riau dan daerah Riau di Sumatera pada awal abad ke-16, di mana ia juga disebut sebagai Sepak Raga di lidah orang Melayu setempat, pada waktu itu beberapa daerah Sumatera adalah bagian dari Malaka kesultanan. Dari sana orang-orang Melayu yang tersebar di seluruh nusantara dan memperkenalkan permainan untuk Bugis orang di Sulawesi. Maka game ini dikembangkan sebagai permainan tradisional Bugis yang disebut “Raga” (pemain disebut “Pa’Raga”). “Raga” bisa melacak asal-usulnya dari Kesultanan Malaka, dan populer di Sulawesi Selatan sejak abad ke-19.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply