Ulasan Seputar Kram Otot dan Pencegahannya Saat Olahraga

Ulasan Seputar Kram Otot dan Pencegahannya Saat Olahraga

Berolahraga menjadi salah satu aktivitas yang wajib dilakukan oleh setiap orang agar tetap sehat. Akan tetapi, saat berolahraga, Anda tetap akan menghadapi resiko tertentu, bisa cidera ringan ataupun cidera berat. Salah satu masalah yang biasanya akan dialami adalah kram ototMasalah ini adalah sebuah kontraksi kuat yang disebabkan karena otot yang mengencang yang terasa sakit dan munculnya tiba-tiba. Kram pada otot ini bisa terjadi beberapa detik namun bisa juga beberapa menit dan umumnya terjadi di kaki.

Ulasan Seputar Kram Otot dan Pencegahannya Saat Olahraga 

Bagian kaki yang biasanya mengalami kram adalah di bagian betis. Gejalanya tidak hanya rasa nyeri yang tiba-tiba namun juga adanya benjolan keras yang ada di bagian jaringan otot di bawah kulit. Walaupun akan menghilang, namun jika Anda ragu dan khawatir, Anda bisa mengkonsultasikannya ke dokter terutama jika Anda mengalami gejala berikut: 

  • Rasa tidak nyaman yang berlebihan.
  • Adanya pembengkakan kaki, perubahan atau kemerahan pada kulit.
  • Otot yang melemah.
  • Kerap terjadi kram.
  • Kondisi yang tidak berubah menjadi lebih baik.
  • Kram terjadi tidak disebabkan karena olahraga yang berat.

Karena hal tersebut, untuk menghindari kram otot saat berolahraga, Anda harus melakukan peregangan atau pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan berfungsi untuk menyiapkan tubuh dan meningkatkan denyut jantung secara perlahan serat membantu untuk mengendurkan otot dan sendi secara bertahap sehingga mengurangi resiko cidera seperti cidera tendon. Pemanasan ideal dilakukan sekitar 5-10 seperti lari di tempat, jumping jack atau squad untuk latihan kardio ringan. Sedangkan pendinginan membantu menurunkan denyut jantung ke normal dan dilakukan 5-10 menit setelah olahraga. 

Kedua adalah dengan melakukan peregangan yang dilakukan sebelum dan setelah tahap pemanasan dan pendinginan untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh. Bagian-bagian yang harus diberi peregangan diantaranya yaitu otot leher, lengan, tangan, pundak, betis, kaki, lutut dan paha. Ketiga adalah dengan melakukan perlahan dan tidak memaksakan diri. Anda harus melakukannya secara bertahap apalagi saat Anda sudah merasakan nyeri baik di sendi atau otot karena nyeri dapat menjadi tanda cidera. Bila nyeri, istirahatlah 1 hari sebelum berolahraga kembali. 

Keempat adalah lakukan variasi olahraga karena melakukan olahraga terlalu sering untuk gerakan yang sama dapat meningkatkan resiko cidera otot dan peradangan tendon. Misalnya melakukan lari di hari pertama, senam di hari kedua, berenang di hari ketiga sehingga selain resiko cidera menurun, Anda juga dapat memaksimalkan pelatihan di beragam bagian tubuh. Jangan lupa, saat Anda berolahraga, untuk tetap beristirahat misalnya beberapa menit. Hindari pula untuk terlalu memforsir tubuh Anda dan sebaiknya ambil istirahat sekitar 1-2 hari per minggunya agar tubuh bisa lebih pulih dan terhindar dari cidera misalnya kram otot.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply