Latihan Dasar Karate

Untuk memulai karate, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu latihan dasar dalam beladiri karate. Dasar-dasar dalam beladiri ini cukup banyak menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Jepang. Latihan dasar atau teknik dasar dalam karate disebut Kihon. Beberapa teknik-teknik dasar karate terdiri dari teknik kuda-kuda, teknik memukul, menendang dan menangkis. Gerakan-gerakan Kihon antara lain :

  • Kuda-kuda atau Dachi adalah salah satu gerakan Dasar yang sangat penting, karena Kuda-kuda merupakan tumpuan dari semua gerakan. Ada beberapa macam jenis kuda-kuda, yaitu :
  1. Hachiji-Dachi : Kuda-kuda Dasar ( Kaki Dibuka selebar bahu )
  2. Zen-Kutsu-Dachi : Kuda-kuda berat depan
  3. Ko-Kutsu-Dachi : Kuda-kuda berat belakang
  4. Hangetsu-Dachi : Kuda-kuda berat tengah ( dalam Kata Hangetsu )
  5. Heisoku-Dachi : Kuda-kuda berat tengah tatapi kedua kaki rapat ( dalam Kata Unsu )
  6. Neko-Ashi-Dachi : Kuda-kuda berat belakang ( dalam Kata Unsu )
  7. Sanshin-Dachi : Kuda-kuda berat tengah
  8. Sochin-Dachi : Kuda-kuda berat tengah ( dalam Kata Sochin )
  • Pukulan atau Zuki adalah gerakan yang tak kalah pentingnya dengan Kuda-kuda, karena pukulan sangat kita perlukan untuk menyerang lawan. Berikut ini macam-macam Zuki  dalam Karate.
  1. Oi-Zuki-Chudan : Pukulan ke arah Perut atau ulu hati
  2. Oi-Zuki-Jodan : Pukulan ke arah kepala
  3. Kisame-Zuki : Pukulan ke arah kepala tetapi kaki tidak melangkah
  4. Gyaku-Zuki : Pukulan ke arah perut tetapi kaki tidak melangkah
  5. Morote-Zuki : Pukulan dan dorongan
  6. Agi-Zuki : Pukulan dengan tangan bagian dalam
  7. Choku-Zuki : Pukulan kearah perut dengan Kuda-kuda Hachiji-Dachi
  8. Yama-Zuki : Pukulan menggunung atau Pukulan ganda dengan kedua tangan
  9. Uraken-Uchi : Pukulan menyamping
  • Tendangan atau Geri

Dalam menyerang lawan selain dengan Pukulan dalam Karate bisa juga dengan mengunakan tendangan atau Geri dengan macam dan bentuk yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi. Pada umumnya Geri digunakan pada pertarungan dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Berikut ini adalah macam-macam Geri dalam Karate.

  • Tangkisan atau Uke

Tidak seperti tendangan atau pukulan, pada tangkisan posisi badan kita haruslah menyamping atau segaris dengan kuda kuda. Hal ini dimaksudkan agar apabila pukulan atau tendangan luput dari tangkisan kita tidak mengenai badan kita. Berikut ini adalah istilah tangkisan dalam karate :

  • Gedan Barai : Tangkisan bawah atau tangkisan Mae-Geri.
  • Soto-Ude-Uke : Tangkisan tengah yang datangnya dari belakang telinga.
  • Uchi-Ude-Uke : Tangkisan tengah yang datangnya dari bawah ketiak.
  • Agi-Uke : Tangkisan atas
  • Shuto-Uke : Tangkisan tangan pedang
  • Juji-Uke : Tangkisan dengan kedua tangan disilang

Ini Dia, 9 Manfaat Karate

Banyak pemuda di dunia ini tumbuh dengan seni  karate sebagai salah satu alternatif  olahraga kompetetif/ kegiatan mereka. Tidak hanya itu saja, aktivitas yang bagus ini akan membuat peserta aktif secara fisik, tetapi juga menanamkan rasa prestasi dan etika, karena Anda harus bekerja keras untuk sampai mendapatkan sabuk hitam. Tetapi bahkan jika Anda tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam seni bela diri ini untuk mau berlatih secara serius dan kerja keras. Dan di sini adalah alasan kami menyajikan 10 manfaat kesehatan dari seni bela diri:

  • Latihan tubuh: Seni bela diri adalah latihan tinggi aerobik yang menggunakan setiap kelompok otot dalam tubuh Anda. Stamina, otot, fleksibilitas, keseimbangan dan kekuatan semua akan meningkatkan melalui seni bela diri ini.
  • Gaya hidup sehat: Karena latihan seni bela diri, akan membakar kalori selama Anda berlatih setiap saat di kelas karate yang Anda ikuti.
  • Percaya diri: Karena mempunyai tujuan untuk mendapatkan sabuk tertinggi, maka ada dorongan positif dan menghormati nilai-nilai yang merupakan bagian dari semua program seni bela diri, manfaat terbesar biasanya didapatkan oleh siswa seni bela diri,, yang lebih besar rasa percaya diri. Anda menjadi lebih nyaman dalam segala situasi – apakah Anda dalam bahaya atau hanya melakukan tugas yang akan membawa Anda melampaui zona kenyamanan Anda – dan Anda akan menemukan Anda dapat mencapai apa pun yang untuk menetapkan tujuan Anda secara positif.
  • Peningkatan kesehatan jantung: Penelitian telah menemukan bahwa satu-satunya cara nyata untuk meningkatkan status dari sistem kardiovaskular adalah dengan berpartisipasi dalam kegiatan yang menekankan jantung, seperti seni bela diri.
  • Berat badan: Sesi satu jam dengan intensitas sedang seni bela diri dapat membakar hingga 500 kalori.
  • Peningkatan refleks: Penelitian telah menemukan bahwa dengan berpartisipasi dalam seni bela diri, Anda tidak hanya meningkatkan refleks Anda saat melakukan aktivitas, tetapi benar-benar mengalami waktu reaksi lebih cepat selama semua aktivitas kehidupan Anda. Hal ini sangat penting dalam sejumlah kegiatan sehari-hari, seperti mengemudi.
  • Fokus dan keheningan: Seperti aksi legendary Bruce Lee , di balik pukulan, tendangan dan lutut, seorang seniman bela diri sejati belajar dengan dirinya sendiri dan melihat di mana kelemahannya. Sebagai seorang seniman bela diri, Anda akan belajar apa itu menjadi diam, menantang dan terfokus.
  • Mengajarkan moral yang besar dan nilai-nilai: Seni bela diri adalah tentang belajar kebijaksanaan. Anda akan dituntut untuk merendahkan hati dan kesabaran jika sudah menguasai jurus-jurus yang bisa melumpuhkan lawannya Anda dalam sekejap.
  • Melatih otot: Dengan berpartisipasi dalam seni karate, Anda dapat sangat meningkatkan jumlah massa otot yang Anda miliki dalam tubuh Anda. Semakin tinggi massa otot Anda, semakin tinggi tuntutan metabolisme Anda, dan kemudian semakin banyak kalori Anda akan terbakar setiap hari, sehingga membantu mencegah obesitas dan meningkatkan berat badan. Tingginya kadar massa otot juga menyebabkan peningkatan kelincahan

Jenis-jenis Aliran Karate

Karate adalah Seni Bela Diri dari Jepang. Awalnya disebut Tote yang artinya seperti “Tangan China”. Pertama kali dibawa oleh Sensei Gichin Funakoshi dari Okinawa. Karate memiliki beberapa jenis aliran. Sebagian dari aliran-aliran tersebut, saat ini sudah mulai masuk ke Indonesia. Beberapa Jenis aliran karate tersebut diantaranya :

  • Shotokan

Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung frontal, sehingga penganut aliran Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

  • Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut. Berpegang pada konsep bahwa “dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan”. Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan sanchin atau pernapasan dasar, agar para penganutnya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.

  • Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan atau bantingan Jujutsu. Di dalam sebuah pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir dan terkadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan.

  • Kyokushin

Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana para penganutnya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa dan semangat keprajuritan.

  1. Shorin-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

  • Uechi-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).

Mengenal Tingkatan Karate dan Manfaatnya

Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Di Indonesia, karate diperkenalkan bukan oleh tentara Jepang pada jaman penjajahan akan tetapi dibawa oleh mahasiswa Indonesia yang menyelesaikan pendidikan mereka lalu kembali ke tanah air.

Seperti yang kita ketahui bahwa seorang karateka dalam berlatih karate itu pasti mengenakan sabuk. Sabuk di sini bukan hanya sekedar pelengkap latihan lho. Tetapi sabuk karate di sini menandakan tingkatan dan kesenioritaan seorang karateka. Bagi siapa yang menyandang sabuk DAN pastilah mereka yang telah melewati ujian test kelayakan. Test ini berat dan panjang.

Nah, mau mengenal tingkatan karate dan manfaatnya? Yuk, simak ulasannya.

Pada umumnya, beladiri karate dibedakan menjadi dua bagian yaitu kyu dan DAN. Kyu adalah tingkatan sabuk berwarna sementara DAN adalah tingkatan sabuk hitam setelah melewati tingkatan kyu.

Bagi karateka pemula, maka mereka akan memulai tingkatan dari kyu 10/9 yaitu sabuk putih, dari sabuk putih ke sabuk biru, biru strip, kuning, kuning strip, hijau, hijau strip, coklat dan berakhir pada coklat strip. Maksud strip di sini adalah mendapatkan satu tambahan strip warna di ujung sabuk.

Sementara itu, tingkatan sabuk hitam atau DAN pada beladiri karate dimulai dengan tingkatan DAN 1 sampai dengan DAN 5.  Tingkatan sabuk hitam DAN di karate ditandai dengan adanya garis emas di ujung sabuk. Jika dia penyandang karateka DAN 1 maka ada 1 garis emas di ujung sabuk, begitupun dengan penyandang karateka DAN 5, maka akan ada 5 garis emas sejumlah 5 buah.

Seperti yang diulas sebelumnya bahwa sabuk karate merupakan tolak ukur pencapaian karateka. Semakin tinggi maka semakin bertambah pula porsi latihannya, beban mental yang ditanggung juga semakin besar, jurus-jurus yang dipelajari juga semakin banyak dan kompleks.

Namun dari sekian tingkatan yang harus dilalui karateka, berikut adalah manfaat yang didapat dari kita mempelajari seni beladiri karateka, adalah sebagai berikut:

  • Belajar karate berarti belajar melatih fisik dan mental

Belajar karate di usia muda dapat membentuk koordinasi otot-otot yang akan membentuk postur tubuh yang seimbang dan ideal, meningkatkan kesehatan dan mengurangi penyakit serta daya tahan tubuh kuat. Manfaat lainnya yaitu menambah kecepatan, kekuatan dan akurasi. Manfaat yang terlihat adalah bahwa seorang karateka bisa membela dirinya sendiri dari ancaman bahaya tanpa membutuhkan bantuan orang lain.

Baca Juga: Napak Tilas Perisai Diri Yang Menjadi Seni Beladiri Indonesia

  • Belajar karate berarti belajar mengendalikan emosi

Saat kita mempelajari karate, kita tak hanya diajarkan bagaimana memukul yang benar akan tetapi diajarkan pula untuk tidak boleh memukul sembarangan. Dengan rasa percaya diri yang dimiliki, mereka terlatih untuk mengetahui ancaman konflik dan menghadapinya dengan efisien dan efektif.

  • Belajar karate berarti belajar bersosialisasi

Selain jurus-jurus, karateka juga diajarkan untuk saling menghormati, hormat yang tidak hanya pada teman seperguruan tetapi juga untuk guru, lawan dan konsep pertemanan.

Aliran dan Tingkatan Sabuk dalam Karate

Siapa yang tidak mengenal karate? Jenis beladiri dari Jepang ini sudah menjamur sampai seluruh dunia. Terdapat beberapa aliran dalam seni beladiri karate, yaitu :

  • Shotokan

Aliran dari perguruan funakhosi yang berkonsep satu gerakan mampu membunuh semua lawan. Mempunyai ciri kuda-kuda yang rendah dengan pukulan dan tangkisan yang sangat kuat.

  • Goju-ryu

Aliran ini memadukan antara tekhnik lembut dan keras. Aliran ini menitik beratkan pada latihan pernafasan dasar (Shancin). Goju-ryu menggunakan tekhnik tangkisan yang bersifat circular dan senang melakukan pertarungan jarak rapat.

  • Shito-ryu

Aliran ini ahli dalam bermain kata (ada sekitar 30 – 40 kata), aliran ini mampu bertarung seperti aliran Shitokan yang frontal.

  • Wado-ryu

Aliran yang menggunakan tekhnik kuncian persendian dan lemparan Jujutsu (tidak mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang mengalir/tidak keras terkadang juga menggunakan bantingan dan sapuan kaki.

  • Kyokushin

Aliran ini mempunyai peran yang luar biasa dalam mempopulerkan karate di dunia. Aliran ini menggunakan system Budo Karate (semangat prajurit). Aliran yang sangat berani dan sangat frontal. Bahkan mereka berani untuk tidak menggunakan pelindung dalam menyerang lawannya.

  • Shorin-ryu

Gerakan-gerakan pada aliran ini hampir sama dengan aliran Shotokan, hanya saja di aliran ini banyak diajarkan tentang berbagai macam senjata.

  • Uechi-ryu

Aliran ini banyak dipengaruhi oleh beladiri China, gerakannya mirip dengan kungfu yang beraliran Bangau Putih.

Dalam karate juga mengenal istilah sabuk (obi) untuk mengetahui tingkatan karate yang dikuasainya. Sabuk karate terdiri dari 6 warna. Diawali dari sabuk putih yang merupakan tingkatan karate paling dasar dan sabuk hitam yang merupakan tingkatan paling tinggi dalam karate. Berikut tingkatan warna sabuk dalam karate.

Baca Juga: Muay Thai

  • Putih : Lambang kesucian atau bisa juga bermakna awal kelahiran yang merupakan dasar dari

 pemula untuk belajar.

  • Kuning : Melambangkan warna matahari yang memberikan kekuatan dan semangat untuk

 pertama kali.

  • Hijau : Melambangkan pohon yang berarti tumbuh, baik semangat dan tekhnik gerakan yang

 dipelajari.

  • Biru : Melambangkan samudra atau langit yang mempunyai makna tanaman yang tumbuh

 terus keatas menuju tingkat yang lebih tinggi.

  • Coklat : Melambangkan warna tanah, yang bermakna seperti benih yang sudah matang.

 diharapkan pemegang sabuk ini memiliki sikap yang dapat melindungi dan rendah hati

 pada sesama.

  • Hitam : Merupakan lambang kegelapan di luar matahari, yang diharapkan mampu mencari

 pengetahuan dan hal baru serta mampu mengajarkannya pada orang lain.

Itulah beberapa aliran dan tingkatan sabuk dalam karate. Tentunya tingkatan ini menjadi semangat tersendiri dalam belajar karate, bukan untuk membentuk seseorang yang sok jagoan tetapi membentuk pribadi yang berjiwa besar untuk saling membantu dan melindungi.