Ingin Membentuk Tubuh dengan Olahraga Angkat Beban? Ikuti Teknik Berikut ini

Ingin Membentuk Tubuh dengan Olahraga Angkat Beban? Ikuti Teknik Berikut ini

Apakah Anda sering pergi ke pusat kebugaran dengan tujuan untuk membentuk tubuh namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan? Jika iya, satu hal yang harus Anda tahu terlebih dahulu adalah jangan melakukannya secara asal-asalan karena untuk membentuk tubuh dengan melakukan olahraga dan latihan angkat beban ada cara khususnya serta butuh perencanaan yang lumayan matang. Prinsipnya adalah olahraga angkat beban yang berat itu bisa membentuk otot, sementara untuk angkat beban yang ringan bisa menghilangkan lemak yang ada pada tubuh. Nah, jika Anda melakukan kedua olahraga ini, Anda hanya membutuhkan waktu latihan yang singkat, yakni hanya selama 30 menit saja.

Ingin Membentuk Tubuh dengan Olahraga Angkat Beban? Ikuti Teknik Berikut ini

Latihan Angkat Beban untuk Membentuk Tubuh

Kombinasi beberapa prinsip dasar dalam olahraga angkat beban diperlukan saat merencanakan latihan angkat beban, baik itu beban yang berat maupun yang ringan. Tujuannya ialah agar Anda bisa melakukan latihan angkat beban berat sebanyak 4 set dengan pengulangan yang rendah, yakni sekitar 6 kali. Kemudian, untuk latihan yang lainnya dilakukan dengan cara menargetkan titik otot yang sama, tetapi jumlah set tersebut ditambah 4 lagi namun dengan pengulangan yang tinggi, yakni hingga 12 kali dengan beban yang lebih ringan. Berdasarkan keterangan dari Brian Pankau, salah seorang personal trainer yang sudah tersertifikasi, disebutkan bahwasanya kita memerlukan waktu antara 2 menit hingga 3 menit untuk istirahat saat latihan angkat beban dengan pengurangan tinggi serta 45 detik hingga 60 detik saat latihan angkat beban dengan pengulangan rendah.

Perencanaan olahraga angkat beban seperti ini terbukti bisa bekerja dengan baik. Mengapa demikian? Karena pada saat Anda mengangkat beban yang berat, otot Anda tersebut akan kelelahan dan secara otomatis bisa bertumbuh. Baik itu beban yang berat maupun beban yang ringan, sejatinya olahraga ini melatih otot yang sama, akan tetapi beban yang lebih ringan bisa membuat tubuh menjadi lelah dan kalori yang terbakar juga lebih banyak sehingga bisa membuat komposisi tubuh menjadi lebih baik. Anda hanya perlu melakukan dua latihan saja untuk tiap bagian tubuh. Pun demikian, otot Anda tetap bisa tumbuh dan lemak juga bisa berkurang.

Kombinasikan Latihan Angkat Beban Tersebut dengan Pemenuhan Nutrisi yang Tepat

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Micah Lacerte yang juga merupakan seorang personal trainer tersertifikasi, nutrisi juga ikut ambil bagian dalam menentukan hasil latihan ini. Disebutkan juga bahwasanya latihan ini juga tepat bagi orang yang sedang menjalani diet tertentu. Sangat disarankan agar Anda makan dalam porsi yang kecil sebanyak 6 kali dalam sehari. Namun, upayakan agar kandungan protein di dalamnya cukup besar. Pastikan juga agar Anda mengkonsumsi protein baik itu sebelum ataupun setelah melakukan olahraga.

 

Srikandi Olahraga Angkat Beban Indonesia yang ‘Perkasa’

Srikandi Olahraga Angkat Beban Indonesia yang ‘Perkasa’

Angkat beban atau yang lebih dikenal dengan olahraga angkat besi termasuk sebagai salah satu olahraga yang umumnya dilakukan oleh pria dan tidak semua orang bisa mengangkat beban yang berat apalagi di pertandingan dimana berat beban sudah ditentukan. Berikut ini merupakan srikandi Indonesia yang menjadi atlet olahraga angkat beban berprestasi yang wajib Anda tahu.

 Srikandi Olahraga Angkat Beban Indonesia yang ‘Perkasa’

Pertama adalah Sri Wahyuni Agustiani. Wanita yang dipanggil dengan nama Sri ini termasuk sebagai salah satu atlet angkat besi yang paling sukses. Sri berhasil membawa medali emas tepatnya medali perak untuk angkat besi kelas 48 gr saat Olimpiade Rio de Janeiro Brazil yang dilakukan di tahun 2016 silam. Sri berhasil mengangkat 192 kg namun kalah dari Sopita Tanasan yang merupakan atlet asal Thailand yang mampu mengangkat hingga 200 kg. Walaupun hanya mendapatkan perak, namun prestasi SRI bisa dikatakan gemilang karena baru pertama kalinya mengikuti Olimpiade setelah sebelumnya di kelas 48 di Asian Games Incheon, Korea Selatan berhasil menyumbangkan prestasi untuk Indonesia. 

Kedua adalah Lisa Rumbewas. Walaupun memiliki badan yang terbilang kecil, Lisa Rumbewas berhasil menjadi salah satu atlet olahraga angkat beban Indonesia yang berhasil memberikan torehan gemilang. Atlet ini sukses merebut medali di Olimpiade yang diselenggarakan di Sydney di tahun 2000 dan di Athena, Yunani di tahun 2004. Atlet asal Papua ini meraih perak di kelas 48 kg saat Olimpiade di Sydney dan mampu mengangkat beban hingga 185 kg. Sedangkan di Olimpiade Athena, Lisa yang bersaing di kelas 53 kg berhasil meraih perak dengan total angkatan mencapai 2010 kg.

Ketiga adalah Sri Indriyani. Atlet Indonesia ini juga pernah menjadi salah satu penyumpang medali di ajang Olimpiade yang diselenggarakan di Sydney pada tahun 2000. Atlet kelahiran 12 November 1978 ini bersaing di kelas 48 kg putri dan berhasil membawa medali perunggu setelah mengangkat beban dengan total 182,5 kg. Di kelas 48 kg, Sri mendampingi Lisa di Olimpiade Sydney yang berhasil menyabet medali perak. Selain menjadi peraih medali perunggu, Sri Indriyani juga pernah membawa medali perak di Kejuaraan Dunia tahun 1999 yang diselenggarakan di Athena, Yunani.

Keempat adalah Winarni Binti Slamet. Winarni merupakan atlet Indonesia yang berhasil merah medali perunggu di Olimpiade Sydney yang diselenggarakan di tahun 2000 di kelas 53 kg putri setelah berhasil mengangkat beban dengan total 202,5 kg. Selain itu, sebelumnya Winarni juga berhasil membuktikan jika ia termasuk sebagai salah satu Srikandi berbakat di cabang olahraga angkat beban yang pernah Indonesia memiliki setelah torehan prestasinya di tahun 1997 saat kejuaraan Dunia berlangsung dengan menyabet medali emas.